Semakin Dekat dengan Pembaca

Sabrina Zalsabillah Wahab, Duta Pustaka Jatim 2022 asal Blitar

Muda dan berkarya. Sebutan itulah yang cocok untuk Sabrina Zalsabillah Wahab. Warga Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, ini sudah memiliki segudang prestasi. Tahun 2022 lalu, dia dipercaya sebagai Duta Pustaka Jawa Timur (Jatim). Saat ini juga aktif di organisasi Relawan Pemuda Peduli Perempuan dan Anak (RP3A) Kabupaten Blitar.

Usianya baru 18 tahun, tetapi torehan prestasi serta pengalamannya bisa menjadi inspirasi bagi kaum milenial lainnya. Sejak usia 15 tahun, Sabrina -sapaannya- sudah mempunyai pengalaman untuk menjadi bos Google dalam sehari. Menggantikan posisi Randy Jusuf sebagai Managing Director Google Indonesia pada saat itu. ”Saat itu saya masih kelas X SMA dan diberikan kesempatan untuk take over Managing Director Google Indonesia, Randy Yusuf, dalam sehari,” ungkapnya kepada Koran ini akhir Desember lalu.

Tidak hanya itu, Sabrina juga terus mengasah prestasinya dengan mengikuti berbagai kegiatan anak muda yang bermanfaat. Mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Surabaya itu kini aktif di organisasi RP3A Kabupaten Blitar. Di RP3A, dia bersama rekan-rekannya gencar sosialisasi tentang masalah perempuan dan anak. Sasarannya termasuk pelajar.

Selain aktif dalam berbagai kegiatan, Sabrina juga aktif bermedia sosial. Tidak sekadar posting status, tetapi juga membagikan pengalaman dan kegiatan yang dilakukan selama ini dengan harapan bisa menginspirasi orang lain. Tentunya, sebagai generasi muda, Sabrina ingin menjadi cerminan bagi pemuda untuk terus berkreasi, berinovasi, dan tidak takut gagal.

“Saya lebih percaya mempergunakan semua kesempatan. Karena kita gak ada yang tau pintu kesempatan itu akan mengarahkan ke mana saja,” ujarnya.

Dia memotivasi kaum milenial untuk berupaya memberikan sebuah kreasi dan inovasi bagi sesama serta masyarakat sekitar. Menurutnya, anak muda harus berani mencoba dan berani menghadapi setiap tantangan yang menghadang. “Saya juga bukan orang yang punya bakat khusus atau seorang ahli di suatu bidang. Saya tahu, saya tidak seberbakat itu. Untuk itu, alternatif bagi saya adalah setidaknya bisa dan tahu semua skill. Minimal basic-nya biar istimewanya bukan tentang keahlian, melainkan tentang serbabisa di segala kondisi, dan membuat wawasan gak hanya di satu bidang saja,” tuturnya.

Sibuk mengisi berbagai kegiatan hingga berkuliah tidak membuat Sabrina lupa menjaga kesehatan dan kebugaran fisik. Sebisa mungkin dia meluangkan waktu untuk olahraga. Minimal lari. “Dulu pernah ikut PA (pecinta alam), lumayan bermanfaat untuk kekuatan fisik. Jadi harus bergerak, tetapi jangan berlebihan, yang penting rutin dilakukan dan disiplin,”pungkasnya. (mg2/c1)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.