Semakin Dekat dengan Pembaca

Sangkut Keamanan Siswa, Segera Lengkapi Sarpras

Rekomendasi Legislatif untuk Gedung Baru SMPN 5 Blitar

KOTA BLITAR – Fasilitas di SMPN 5 Blitar mendapat sorotan legislatif. Sebab, sarana dan prasarana (sarpras) di sekolah yang terletak di Jalan Widuri, Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo itu belum maksimal.

Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi mengungkapkan, dinas pendidikan (dispendik) harus segera melengkapi sarpras di sekolah tersebut. Terutama fasilitas berupa akses zona selamat sekolah (ZoSS) dan rambu-rambu lalu lintas (lalin). Keberadaan fasilitas itu menyangkut keselamatan pelajar. “Dispendik bisa berkoordinasi dengan dinas perhubungan (dishub) untuk pengadaan. Sehingga, orang tua pun bisa lebih tenang kalau sarprasnya lengkap,” terangnya, kemarin (8/1).

Politikus asal PPP ini sudah mengetahui bahwa sejak akhir Desember 2022 lalu SMPN 5 sudah beradaptasi dengan gedung baru bekas bangunan SMPN 10. Menurutnya, pembangunan itu sudah rampung sebelum batas waktu. Dengan begitu, mulai semester genap ini kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah bisa berlangsung.

Sekolah, lanjut dia, juga bisa mendata fasilitas yang belum ada dan dibutuhkan. Hasil pendataan itu bisa disampaikan ke dispendik untuk proses pengadaan lebih lanjut. Dengan catatan, fasilitas yang didata memang benar-benar dibutuhkan dan dimanfaatkan secara optimal. “Sumber anggaran tetap dari APBD. Namun, nanti alurnya seperti apa, juga perlu berdiskusi dengan lintas sektor. Karena gedung baru, fasilitas juga harus memadai,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) SD dan SMP Dispendik Kota Blitar Jais Alwi Mashuri mengaku terus memantau perkembangan pembelajaran pascarehabilitasi gedung. Termasuk situasi belajar anak. Hingga pekan kemarin, KBM di SMPN 5 berlangsung kondusif. Jumlah kelas pun sudah sesuai dengan kebutuhan.

Pihaknya tak menampik bahwa ada beberapa sarpras yang perlu dilengkapi. Misalnya, ZoSS, rambu penyeberangan, serta penambahan daya listrik sekolah. Dispendik berjanji secera melakukan pengadaan. Dinas masih menghitung kebutuhan anggarannya. “Segera kami komunikasikan dengan sekolah,” bebernya.

Untuk sementara, Jais meminta sekolah memaksimalkan pembelajaran dengan sarpras yang ada. Selain itu, mengimbau pelajar agar berhati-hati selama berangkat maupun pulang sekolah. Sebab, jalur menuju sekolah ramai dilalui kendaraan material.

Sementara itu, gedung lama SMPN 5 di kompleks Monumen PETA bakal diserahkan ke dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) untuk rencana pengembangan Museum PETA. Museum itu akan menjadi destinasi wisata anyar di Kota Blitar. Memanfaatkan bangunan lama SMPN 3, SMPN 5 dan SMPN 6. “Untuk SMPN 6 Blitar nanti juga direlokasi. Kami siapkan lokasinya di Kelurahan Gedog,” tandasnya. (luk/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.