Semakin Dekat dengan Pembaca

Satpol PP Kota Blitar Bagi-Bagi APAR

KOTA BLITAR – Sejumlah Ketua RW se-Kota Blitar sibuk memadamkan api di halaman Pasar Legi, kemarin (28/11). Alat pemadam kebakaran ringan (APAR) menjadi senjata utama untuk menundukkan kobaran si jago merah tersebut.

Akhirnya, api berhasil dipadamkan. Semua berjalan aman. Pemadaman tersebut merupakan bagian dari simulasi yang digelar oleh Satpol PP Kota Blitar bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran. Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat khususnya ketua RW ketika terjadi kebakaran.

Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, pelatihan pemadaman kebakaran tersebut penting. Sebab, kebakaran bisa terjadi kapanpun dan dimanapun termasuk di lingkungan rumah tangga. “Itu sangat mungkin terjadi. Misalnya, kejadian gas bocor serta korsleting listrik. Ketika terjadi hal tersebut, maka yang utama jangan panik terlebih dulu,” terangnya, kemarin (28/11).

Menurut dia, kepanikan sebisa mungkin harus diredam. Sebab, bukannya mengatasi keadaan, justru makin memperparahnya. “Dengan panik malah membahayakan. Makanya, dilatih bagaimana cara memadamkan api yang benar dan aman. Tentu tanpa kepanikan,” ungkapnya.

 

MINIMALISIR RESIKO: Warga mengikuti pelatihan pemadaman bersama petugas pemadam. (JOKO DISKOMINFO FOR RADAR BLITAR)

 

APAR, lanjut Santoso, merupakan salah satu alat pemadam kebakaran sederhana. Alat tersebut biasanya digunakan untuk memadamkan api kategori kecil. Dengan APAR, resiko kebakaran bisa segera diminimalisir, sehingga api tidak sampai merembet kemana-mana.

Pemkot Blitar melalui Satpol PP Kota Blitar telah memberikan total 188 APAR kepada masing-masing RW. Pemberian bantuan APAR itu diberikan secara bertahap. Kemarin, Satpop PP telah memberikan sebanyak 68 APAR. “Sebelumnya kami sudah memberikan APAR . Hari ini (kemarin, Red) merupakan sisa untuk melengkapinya,” terang Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar Rony Yoza Pasalbessy, kemarin.

Bahkan ke depan, Satpol PP bakal mengadakan APAR untuk masing-masing RT. Untuk itu, perlu alokasi anggaran khusus untuk mewujudkannya. “Terpenting itu bukan APAR-nya, tetapi, pengetahuan warga masyarakatnya tentang bagaimana cara memadamkan api yang aman. Jangan panik. Karenanya diberikan pelatihan,” jelasnya.

Ketika masyarakat sudah memahami cara memadamkan api yang benar, maka resiko besar kebakaran bisa dicegah. Jika masyarakat semakin paham, Kota Blitar makin aman. “Kami dari Satpol PP dan UPT Pemadam kebakaran Kota Blitar siap mengayomi masyakarat. Itu dilakukan demi mewujudkan ketertiban dan ketentraman di masyarakat,” tandasnya. (sub/wen)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.