Semakin Dekat dengan Pembaca

Seleksi Golden Ticket Harus Transparan, Legislatif Minta Dispendik Rutin Monitor Pelaksanaan

KOTA BLITAR – Rangkaian penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024 mulai bergulir. Salah satunya dari jalur golden ticket. Para wali murid pun meminta agar tahapan jalur ini dilakukan secara transparan.

Salah seorang wali murid, Wiji Sulistiyawati mengungkapkan, anaknya kini sedang duduk di bangku kelas VI SD dan berniat mendaftar jalur golden ticket di salah satu SMP. Dia meminta agar proses pendaftaran hingga seleksi dilakukan berdasarkan kemampuan anak. “Sehingga baik anak, orang tua, hingga sekolah sama-sama diuntungkan. Khawatir saja kalau tidak transparan. Eman anak sudah pintar, kalau ternyata ada yang pesan kursi. Semoga saja tidak terjadi,” harapnya kemarin (11/1).

Menanggapi hal ini, Kabid Pembinaan SD dan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar Jais Alwi Mashuri memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Dia membenarkan, persyaratan seleksi golden ticket diserahkan ke masing-masing SMP. Namun, sekolah juga diminta mendapat hasil terbaik dari fase ini.

Jais menilai jalur tersebut mengundang banyak peminat dari calon lulusan SD/MI sederajat. Itu karena proses perebutan kuota 10 persen dari pagu dengan memaksimalkan kecerdasan anak. Pendaftaran seleksi golden ticket dibuka pada 9-14 Januari. Proses ujian akan digelar pada Selasa (17/1) mendatang. “Insya Allah jalur ini dimanfaatkan secara baik oleh anak-anak yang memang berprestasi, baik akademik maupun nonakademik,” tuturnya.

Pria berkacamata ini menambahkan, PPDB tahun ini resmi dibuka pada Maret. Siswa yang mendapat kursi dari golden ticket bisa mendaftar di SMP yang diminati.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Blitar dr Laily Kurniawati menilai, jalur golden ticket merupakan satu dari enam jalur PPDB yang juga objektif. Artinya, lolos dan tidaknya anak sebagai penerima tiket, itu bergantung pada kemampuan masing-masing anak. “Namun, harus diingat bahwa kalau memang anak nilainya jauh di bawah, orang tua jangan protes. Mungkin bisa menggunakan jalur lain,” tuturnya.

Meski meyakini tahapan penjaringan akan berlangsung transparan, Laily meminta dinas tetap memantau jalannya seleksi. Bukannya hanya melimpahkan ke SMP. Sebab, dinas juga memiliki kewenangan memonitor proses pendaftaran hingga ujian.” Jadi, apabila ada keluhan dari wali siswa atau lainnya bisa langsung didengar dan ditindaklanjuti,” terang politikus PKS ini.

Salah satu SMP yang juga membuka jalur seleksi golden ticket yakni SMPN 1 Blitar. Sekolah meminta siswa bisa memanfaatkan peluang, tidak hanya di SMPN 1, tetapi di sekolah lainnya. Kepala SMPN 1 Blitar, July Setyanto mengungkapkan, pendaftaran dilakukan secara online, sedangkan offline untuk proses ujian.

Seperti tahun lalu, pagu sekolah sebanyak 288 anak. Lantaran kuota golden ticket hanya 10 persen dari pagu, maka hanya 29 anak yang berhak lolos. “29 anak berdasarkan nilai tertinggi, mereka akan diuji mengerjakan 100 butir soal mapel IPA, IPS, matematika, dan bahasa Indonesia,” terangnya.

Nantinya, hasil ujian dapat langsung disaksikan oleh calon siswa baru dan orang tua di sekolah. Siswa yang lolos bisa langsung mendaftar sehari setelah ujian berlangsung. “Semua secara transparan berdasarkan kemampuan terbaik siswa,” tandasnya. (luk/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.