Semakin Dekat dengan Pembaca

Seleksi PPK Terkendala Server Down

KABUPATEN BLITAR – Ratusan calon panitia pemilihan kecamatan (PPK) lolos seleksi administrasi. Kemarin (6/12), mereka mengikuti tahapan seleksi atau tes tulis. Sayangnya, server down masih menjadi kendala dalam pelaksanaan tes berbasis computer assisted test (CAT) ini.

“Peserta kebingungan dan panik karena belum bisa masuk ke halaman ujian,” ujar pengawas ujian CAT, Moh. Imron Marzuki.

Imron mengungkapkan, ada beberapa peserta berusia lebih dari 40 tahun. Mereka sulit mengetik dengan keyboard, mengoperasikan dengan mouse, bahkan kurang teliti melihat layar komputer. “Mungkin karena profesi sebelumnya tidak menggunakan komputer, jadi merasa kesulitan dan bingung sebelum mengerjakan ujian,” imbuhnya.

Salah satu peserta ujian asal Kecamatan Kesamben, Lailatul Putri mengatakan, alat yang digunakan untuk ujian CAT kurang maksimal, terutama pada jaringan. “Harusnya waktu sudah berjalan, karena jaringan lemot jadinya masih loading lama,” akunya.

Dia menyebutkan, kemungkinan peserta menyontek sangat kecil. Sebab, soal ujian diatur acak dengan peserta lainnya. Sayangnya, pengawas masih kurang tanggap saat ada peserta yang mengalami kendala. Selain itu, juga masih kurang dalam memberikan pengertian kepada peserta yang terkendala. “Kata ‘tunggu dulu’ itu tidak bisa dipakai kalau dalam kondisi urgen seperti ini, harus cepat,” ujar perempuan 26 tahun ini.

Menurutnya, standar soal dalam ujian ini relatif sulit. Namun, jika sudah sering berpartisipasi dalam kegiatan pemilu, hal itu pasti tidak asing lagi.

Soal waktu, sambung dia, ada waktu 90 menit untuk mengerjakan 75 soal. Itu sudah cukup banyak. Sebab, rata-rata waktu 90 menit digunakan untuk menjawab 100 soal. “Kalau akademiknya bagus, waktu 90 menit pasti bisa sisa,” tandasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Blitar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Mohammad Bahaudin mengatakan, ada sekitar 900 pelamar atau calon anggota PPK yang melamar. Namun, hanya 524 peserta mengikuti seleksi tulis. Sisanya tidak lolos pada tahap administrasi. “Jumlah peserta laki-laki sebanyak 308 peserta, sedangkanan jumlah peserta perempuan sebanyak 216 peserta,” ujarnya kemarin (6/12).

Ada beberapa penyebab peserta yang tidak lolos administrasi. Di antaranya, tidak memenuhi syarat administrasi, tidak memenuhi kelengkapan administrasi, dan dokumen lengkap tetapi kurang tepat. “Contohnya pada cek kesehatan. Seharusnya, calon PPK mencantumkan tensi, gula darah, dan kolesterol, tetapi di surat sehat tidak ditulis secara lengkap,” bebernya.

Tidak hanya itu, beberapa pelamar atau calon anggota PPK tidak menyelesaikan proses pendaftaran. Mereka hanya melakukan pendaftaran di Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Ad Hoc (SIAKBA), tidak mengumpulkan berkas administrasi. “Jadi, mereka hanya daftar di akun SIAKBA dan tidak melanjutkan ke tahap selanjutnya,” terangnya.

Di hari pertama tes tulis, seharusnya diikuti oleh 276 peserta. Namun, yang hadir dalam tahap seleksi ini hanya 261 peserta. “15 peserta yang tidak hadir dinyatakan gugur di tahap ujian ini,” ujarnya.

Meskipun hasil ujian sudah muncul setelah peserta selesai mengerjakan, hasil ujian CAT akan diumumkan pada 8-10 Desember 2022. Tahapan seleksi calon anggota PPK ini meliputi seleksi administrasi, ujian CAT, dan wawancara. Selain itu, masyarakat juga diperkenankan untuk memberikan tanggapan terhadap peserta. “Masyarakat yang ingin memberikan pendapat bisa mendatangi kantor KPU Kabupaten Blitar,” tandasnya. (mg1/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.