Semakin Dekat dengan Pembaca

Semarak Imlek : Jual Pernak-Pernik Hingga Amplop Angpao Banyak Diburu

KOTA BLITAR – Menyambut Tahun Baru Imlek, berbagai pernak-pernik Imlek mulai dijual. Masyarakat, khususnya etnis Tionghoa, berburu pernak-pernik untuk memeriahkannya.

Pun perlengkapan sembahyang turut diburu, seperti yang terlihat di salah satu toko aksesori di Kota Blitar. “Di sini menyediakan berbagai macam perlengkapan dan pernak-pernik perayaan Imlek. Mulai dari amplop angpao, lilin Imlek, lampion, kertas ucapan, stiker Imlek, dan masih banyak yang lainnya,” ungkap karyawan toko, Riska, kepada Koran ini kemarin (19/1).

Riska mengungkapkan, penjualan pernak-pernik Imlek dilakukan hanya ketika momen Imlek. Seperti Desember 2022 lalu, toko ini juga menjual pernak-pernik Natal. “Di samping itu, kami juga menjual kebutuhan aksesori lainnya. Jadi, penjualan pernak-pernik ini mengikuti momen hari-hari besar tertentu,” terangnya.

Momen Imlek membuat omzet penjualan meningkat 50 persen dibandingkan hari-hari biasa. Barang yang paling banyak dibeli adalah amplop angpao dan lampion. “Harga amplop di sini mulai Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Sedangkan lampion dari harga Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu,” ungkap perempuan berambut panjang ini.

Pernak-pernik warna merah khas Imlek tampak menghiasi bangunan. Semarak perayaan Imlek pun makin kental. “Jika perayaan besar begini, terkadang kami menjual pernak-pernik ini hingga sebulan ke depan atau perayaan berakhir,” pungkas Riska.

Harga yang dibanderol untuk pernak-pernik bervariasi. Mulai dari harga Rp 15 ribu hingga paling mahal adalah Rp. 500 ribu. Untuk harga sendiri bergantung pada jenis barangnya. Seperti amplop angpao, gantungan kunci, hiasan rumah, lampion, hingga pohon buatan.

Selain diminati oleh masyarakat etnis Tionghoa, warga di luar Tionghoa pun juga tertarik dengan pernak-pernik Imlek tersebut. Mereka lantas membelinya untuk sekadar meramaikan. Biasanya, pembeli juga datang dari perusahaan atau instansi serta hotel. (mg2/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.