Semakin Dekat dengan Pembaca

Sempat Insecure, Annisa Nurbaiti Pilih Buat Brand Sendiri untuk Usaha Hijab

TULUNGAGUNG – Kesuksesan bukanlah hal mudah untuk diraih. Diperlukan doa, usaha, dan tentunya motivasi yang kuat. Seperti perjuangan Annisa Nurbaiti yang mengawali karirnya sebagai penjual online shop (olshop) biasa, kini sukses mendirikan usahanya dengan brand hijab sendiri.

Perempuan berusia 23 tahun ini mengaku, awal mula membuat brand sendiri karena merasa bahwa keuntungan yang diperoleh dari penjualan olshop yang digeluti sebelumnya tak banyak memberikan dampak. Dari situlah Annisa memutuskan untuk membuat brand-nya sendiri.

Namun, pencapaian ini tidak diraih dengan mudah. Perempuan kelahiran Lampung ini harus bekerja keras dalam merintis bisnisnya. “Walaupun sebenarnya yang jualan hijab di Tulungagung itu banyak Mbak dan sempat insecure juga. Tapi, saya gak mau mikir itu sebagai hambatan,” ucapnya.

Hasil tidak akan mengkhianati proses. Dalam kurun waktu dua tahun sejak Oktober 2020, brand NRB.Scraft sudah  memiliki pelanggan hingga luar Jawa, yakni di Sumatera dan Papua. Brand NRB sendiri diambil dari singkatan Nisa or Bangkit. Hal ini diakuinya sebab dalam merintis bisnis dirinya banyak mendapatkan dukungan dan bantuan dari pasangannya.

Mahasiswi yang sedang melanjutkan studi S-2 ini juga menceritakan bahwa di awal bisnisnya berjalan memanfaatkan relasinya ketika dulu aktif di berbagai komunitas, baik di kampus maupun luar kampus. Karena itu, hal tersebut dianggap sebagai strategi marketing-nya agar brand-nya di kenal masyarakat luas. “Pertama kali jualan itu ya mikir, Mbak. Gimana jualnya, emang siapa yang mau beli. Terus inget, oh iya, saya kan punya teman-teman, masak dari sekian banyak teman satu saja enggak ada yang notice. Ya, saya gunakan itu sebagai relasi,” ujarnya.

Perempuan yang memiliki hobi memasak ini juga menjelaskan, dalam berbisnis dirinya menanamkan agar tidak memiliki rasa iri terhadap seseorang. Sebab, tumbuhnya rasa iri hanya akan membuat segala sesuatu yang dilakukannya tidak menjadi berkah. “Intinya jangan keirian sama orang. Malah gak berkah jualannya. Berkah itu bukan yang laku banyak. Berkah itu menurutku ya kita bisa balik modal, gak rugi. Intinya stabil. Berkah itu yang kayak gitu Mbak,” pungkasnya. (ae3/c1/din)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.