Semakin Dekat dengan Pembaca

Sikesta Dinkes Tulungagung Sukses Jadi Percontohan Nasional

Tulungagung – Sistem Informasi Kesehatan Tulungagung (Sikesta) yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung menjadi percontohan di kota lain. Hal itu setelah diapresiasi oleh Direktur Jendral (Ditjen) Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemarin (10/1). Dengan adanya Sinkesta mempermudah pengumpulan data.

Dalam kunjungannya, Ditjen Yankes Kemenkes dr Ashar Jaya beserta rombongannya mendengarkan perkenalan Sinkesta yang dipaparkan langsung Kepala Dinkes Tulungagung, dr Kasil Rokhmad. Mereka beberapa kali memberi masukan dan apresiasi yang membangun kinerja.

“Sinkesta ini digitalisasi laporan yang menyatukan baik laporan instansi pemerintah dan swasta. Lantaran selama ini, data itu terpecah-pecah dan petugas sibuk mengumpulkan laporan dengan berkali-kali nulis. Sekarang itu cukup sekali bisa dijadikan bahan laporan,” ujarnya ketika ditemui di kantornya.

Dia melanjutkan, Sinkesta ini menjadi pengantar bagi penyatuan program Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Maka, nanti petugas yang melakukan penyuluhan di tempat pelayanan kesehatan tingkat kecamatan atau desa, bisa masuk aplikasi bidan desa untuk pembinaan di rumah. Atau hal tersebut lebih dikenal dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS–PK).
Dia menyebut, Ditjen Yankes mengapresiasi baik program yang dimilikinya dan bisa dikembangkan lebih baik lagi. Apalagi, program ini masih awal sehingga ke depannya harus advance untuk melihat dampak sistemnya. Apakah dampak kesehatan di Tulungagung bisa meningkat secara menyeluruh.

“Ditjen Yankes dalam waktu dekat akan mengirim tim IT Kemenkes untuk meninjau Tulungagung, agar nanti dapat diterapkan di nasional. Mudah-mudahan bisa menjadi percontohan di tempat lain,” jelasnya.
Namun, tentu terdapat kendala dari program sistem digitalisasi yang diterapkan dinkes. Petugas yang awalnya menulis dengan kertas, sekarang harus mengetik di komputer dan perlu adaptasi.
Dia telah memberi deadline kepada klinik-klinik negeri dan swasta untuk menggunakan aplikasi Sinkesta per 1 Februari nanti.

Selama ini data pelayanan kesehatan di daerah banyak didapat dari puskesmas saja. Padahal, orang sakit tidak hanya di satu tempat itu. Ada yang di swasta dan di bidan desa.
“Jadi, aplikasi ini bisa dibawa dan diinput dari ponsel sehingga tidak harus lewat komputer atau laptop. Termasuk penimbangan anak itu bisa langsung didata lewat ponsel,” pungkasnya.(jar/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.