Semakin Dekat dengan Pembaca

Solusi Souvenir Pernikahan, Ilham Indah Wijaya Sediakan Berbagai Tema Pilihan  

TULUNGAGUNG – Selain berfungsi untuk memberikan kenang-kenangan, suvenir pernikahan juga sebagai simbol ungkapan rasa terima kasih kepada tamu undangan yang telah hadir dalam acara tersebut. Hal inilah yang ditangkap Ilham Indah Wijaya sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Indah, -sapaan akrabnya mengatakan bahwa barang yang biasanya digunakan sebagai suvenir itu barang yang fungsional dan memorable, sehingga bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Seperti botol, mangkok, peralatan makan, lilin aroma terapi, dan lainnya.

Wanita yang sudah lumayan lama menekuni bisnis suvenir ini menjelaskan pemilihan suvenir biasanya juga menyesuaikan dengan tema dari acara pernikahan tersebut. “Misal tema pernikahan mengusung adat Jawa maka jenis suvenirnya bisa gelas yang disablon dengan tema wayang. Begitu juga semisal tema pernikahan modern maka menggunakan sablon dengan motif rustic, seperti bunga shaby yang simpel,” tuturnya,

Namun untuk motif rustic ini menurut Indah menjadi motif yang cocok buat semua tema pernikahan. Dengan kata lain, motif ini bisa digunakan untuk tema adat Jawa maupun untuk tema modern. Motif ini akan memberikan kesan lebih natural menyatu dengan alam, sederhana namun tidak menghilangkan sisi elegan dan mewah.

Motif rustic juga menjadi motif buat sablon dari suvenir yang masih banyak diminati dari dulu hingga kini. Barang yang banyak diminati yaitu gelas dan tumbler atau botol “Itu saya sebut suvenir gold. Kalau untuk mangkok yang saya kasih sebutan sebagai suvenir silver ini tidak begitu banyak peminatnya karena tidak semua mangkok bisa disablon nama calon pengantin. Ada juga suvenir yang saya beri nama suvenir platinum yaitu jenis suvenir seperti lilin aroma terapi, termos stainless, kaktus kerdil,” ujarnya.

Indah juga membagikan tips cara memilih suvenir pernikahan itu agar para tamu undangan senang, yaitu selain bagus juga bisa digunakan sehari-hari, bermanfaat dan tentunya disesuaikan dengan biaya. “Supaya tidak melonjak tinggi dengan prediksi pengeluaran keuangan pernikahan tersebut,” pungkas Ilham. (ae1/tin/apr/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.