Semakin Dekat dengan Pembaca

Sosialisasi ke Sekolah Terancam Batal

KOTA BLITAR – Program pembinaan setahun ke depan dirancang Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pabsi) Kota Blitar. Salah satu yang diproyeksikan, terjun ke sekolah untuk sosialisasi. Namun, tampaknya upaya yang dimaksudkan sebagai penjaringan atlet ini tak akan mulus. Sebab, dibutuhkan biaya ekstra dalam pelaksanaannya.

Biaya itu digunakan untuk beragam kebutuhan. Paling terlihat tentu biaya akomodasi. Tahun ini induk cabor dijatah Rp 40 juta untuk pembinaan setahun. Meski tidak bisa dibilang kurang, nominal itu dinilai ngepres. “Selama kurun waktu tiga tahun ini, ada banyak perubahan. Mulai dari penambahan atlet, alat latihan, hingga program pembinaan juga meningkat,” kata Ketua Pabsi Kota Blitar, kemarin (15/12).

Peningkatan anggaran signifikan sangat diharapkan di tahun depan. Pabsi membidik sejumlah lembaga sekolah tingkat SMP-SMA se-Kota Blitar untuk diajak bekerja sama. Bahkan, bukan tidak mungkin cabor angkat besi bakal dijadikan salah satu kurikulum melalui kegiatan ekstrakurikuler (eskul) di sekolah.

“Nah, di situ kami butuh biaya yang tidak sedikit. Untuk sosialisasi ke berbagai sekolahan itu kan juga harus dipikirkan bagaimana finansialnya,” ujarnya.

“Kalau misal tahun depan diberi anggaran sama, pasti berat. Wong tahun depan kita ada program porprov dan sosialisasi itu,” imbuhnya.

Dia berharap hal ini dijadikan bahan pertimbangan KONI dan Pemkot Blitar dalam menyusun alokasi anggaran. Nominal Rp 50 juta dirasa cukup untuk “menutup” segala keperluan induk cabor di sepanjang 2023. “Harapannya ada peningkatan. Saya tidak bisa sampaikan secara detail. Tapi, kalau misal senilai itu (Rp 50 juta, Red), saya kira cukuplah,” akunya.

Untuk diketahui, Pabsi Kota Blitar sedang mempersiapkan tiga atlet untuk diturunkan di porprov tahun depan. Jumlah itu terdiri dari dua atlet putra dan satu atlet putri. Ketiganya bakal turun di kelas yang sama. Yaitu, 50 kilogram (kg). “Itu atlet yang siap. Karena jumlah atlet sangat minim, maka harus segera ada kaderisasi kan?” tandasnya. (dit/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.