Semakin Dekat dengan Pembaca

Sosok M. Khoirul Umam, Pengajar Ponpes Al Kamal  Dorong Pembelajaran Modern

KABUPATEN BLITAR – Selain menekankan pentingnya belajar ilmu agama, M. Khoirul Umam juga mengajarkan ilmu umum, salah satunya bahasa Inggris kepada para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kamal. Uniknya, sosok pengajar ini bergelar sarjana pendidikan bahasa Arab.

Waktu menunjukkan pukul 15.20 WIB ketika Umam berjalan menuju masjid di lembaga pendidikan itu. Puluhan santri putra dan putri duduk bersila di lantai masjid dengan dibatasi sekat berupa pelat logam warna perak. Sore kemarin (13/4), dia bertugas memantau kegiatan belajar para santri ponpes.

Jadwal mengajar pria berkacamata ini memang sudah rampung di pagi harinya. Selain mengajar di sesi kajian kitab, Umam juga bertugas untuk mengajar materi bahasa Arab dan Inggris kepada para santri. Hal ini memang cukup kontras. Sebab, Umam merupakan sarjana di jurusan pendidikan bahasa Arab. Lantas, apa yang melatarbelakangi Umam hingga menjadi seorang pengajar bahasa Inggris?

“Saya lulus kuliah pada 2019 lalu. Sebelumnya, saya juga menjadi santri di ponpes ini. Kurang lebih selama enam tahun. Lalu, saya diminta untuk menjadi salah satu pengurus di Ponpes Al Kamal setelah lulus kuliah,” tuturnya.

Tawaran ini dilihatnya sebagai peluang untuk berbagi ilmu kepada para juniornya di ponpes. Lebih dari itu, Umam menilai jika hal ini merupakan suatu amanah yang harus diterima. Itu sebabnya dia mantap untuk mengabdikan diri sebagai pengurus ponpes. “Alhamdulillah, saya diamanahi untuk menjadi pengurus. Dan seiring berjalannya waktu, sekarang saya dipercaya menjadi ketua pengurus,” terangnya.

Alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ini mengaku, kala itu, dia bertugas sebagai pengajar bahasa Arab. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan tambahan tenaga pendidik di Ponpes Al Kalam juga makin meningkat. Pasalnya, ponpes juga perlu mencari tambahan pengajar materi bahasa Inggris. “Akhirnya saya juga diminta untuk menjadi pengajar bahasa Inggris. Nah, karena itu sekarang saya merangkap,” jawabnya lantas terkekeh.

Umam memang tidak punya sertifikasi sebagai tenaga pendidik bahasa Inggris. Tapi, dia mengaku banyak belajar bahasa internasional itu sejak duduk di bangku madrasah. Latar belakang itu menjadi alasan kenapa pihak ponpes menambah tugas Umam sebagai tenaga pendidik untuk mengajar kitab, bahasa Arab, dan Inggris. “Dari dulu saya banyak belajar soal tenses, vocabularies, dan aspek lain dalam bahasa Inggris,” ungkapnya.

Kini tak heran jika lembaga pendidikan yang berlokasi di Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, ini menjadikan bahasa Inggris sebagai salah satu bahan ajar utama. Bahkan, Ponpes Al Kalam juga mewajibkan warga ponpes untuk berkomunikasi dalam dua bahasa. Yaitu, bahasa Arab dan Inggris. “Per pekan dibagi menjadi dua. Dalam tiga hari kita harus berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Tiga hari lain kita pakai bahasa Inggris,” terang ustad 26 tahun ini.

Tak hanya itu, bungsu dari tiga bersaudara ini mengungkapkan, lomba pidato bahasa Arab dan Inggris juga digelar setiap pekan di ponpes itu. “Tujuannya agar para santri bisa lancar dan sekalian praktik. Itu juga dilombakan setiap pekan,” akunya.

Dia menilai jika hal ini merupakan langkah untuk memberi bekal terbaik bagi para santri. Jadi, selain diberikan bekal ilmu keagamaan, para santri juga diberi ilmu “formal” untuk menjawab tantangan dunia luar. Dengan demikian, dia berharap agar santri lulusan Al Kamal punya keilmuan yang lengkap.

“Kalau kita belajar agama, kita harus cari referensi dari sumber asli. Dan sumbernya pasti berbahasa Arab. Karena itu penting belajar bahasa Arab. Tapi, kita juga harus belajar ilmu dunia. Salah satunya tentu dengan belajar bahasa Inggris. Dengan begitu, kita bisa menghasilkan santri modern tapi tetap berpedoman pada syariat agama,” harapnya. (*/c1/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.