Semakin Dekat dengan Pembaca

Suasana Imlek Mulai Terasa, Persiapan Penampilan Anak-Anak Barongsai

tulungagung- Suasana Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili mulai terasa di kompleks Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Jalan W.R Supratman, Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung, kemarin (12/1). Beberapa umat Tionghoa terlihat beraktivitas di area kelenteng. Bahkan, anak-anak terlihat sedang berlatih barongsai. Mereka berlatih di teras kelenteng tanpa iringan musik.

Ternyata anak-anak tersebut memang dipersiapkan untuk tampil di malam tahun baru Imlek pada Sabtu (21/1) malam. Imlek tahun ini akan berbeda dengan tahun lalu lantaran ada penampilan barongsai untuk menyambut tamu atau umat beribadah. Apalagi, penampil barongsainya merupakan anak-anak sehingga beda dari lainnya.

Dalam latihan kemarin, terdapat tujuh anak laki-laki yang ikut berlatih barongsai mulai pukul 15.00 WIB. Mereka diantarkan oleh orang tuanya karena memang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Dari samping kelenteng, terlihat orang tua yang berteriak memberikan semangat kepada anak-anaknya.“Nama saya Nelson. Saya sudah lama bermain barongsai, sejak awal semester kelas 3 SD. Sebentar lagi kelas 4 SD. Saya senang bermain barongsai dan tidak ada yang susah,” kata salah satu anggota barongsai yang akan tampil di malam Imlek nanti, Nelson Aprilio.

Anak laki-laki berkaus oranye ini tidak sabar untuk tampil barongsai perdana di hadapan umat Tionghoa seminggu lagi. Bahkan, dia memang terlihat percaya diri ketika latihan kemarin, dan siap untuk bisa tampil maksimal menyambut dan menghibur tamu.Beberapa kali, dia bersama temannya yang berada di belakang membuntutinya memainkan kepala barongsai dengan mengelilingi teras kelenteng. Padahal, kepala barongsai itu cukup berat untuk ukuran anak seperti Nelson. Namun, dia ternyata kuat untuk mengangkat hingga memakai kepala barongsai di tubuhnya.

“Saya nanti saat sudah besar gak mau bermain barongsai, capek,” tutur Nelson dengan kepolosannya menjawab pertanya wartawan Jawa Pos Radar Tulungagung.Latihan yang dimulai sejak pukul 15.00 itu memang lama hingga hampir satu jam baru selesai. Namun, beberapa kali ada istirahat lantaran pemain masih anak-anak sehingga tidak bisa diberi porsi latihan tinggi. Mereka cukup menikmati latihan dan sesekali memainkan barongsai dengan gelak tawa di wajahnya.

Sementara itu, pelatih barongsai anak-anak di Kelenteng Tjoe Tik Kiong, Sandy Suryawan, menceritakan bahwa memang tidak mudah untuk melatih anak-anak bisa bermain barongsai. Apalagi, bisa tampil di hadapan umat Tionghoa yang akan beribadah pada malam tahun baru Imlek nanti. Dia harus melakukannya dengan kesabaran tingkat tinggi untuk melatih anak-anak.“Anggota yang ikut tampil barongsai nanti ada sembilan anak-anak. Dari yang belum sekolah, hingga paling besar anak kelas 3 SD. Latihan mereka menjelang Imlek ini belum ada satu bulan. Namun, beberapa dari mereka sudah ada yang bisa gerakan dasar,” kata Sandy yang ditemui di kelenteng usai melatih.

Dia menerangkan bahwa sementara ini anggota barongsai sembilan anak saja. Namun, setelah Imlek, pihaknya akan membuka pendaftaran untuk peserta jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Agar nantinya kesenian barongsai ini dapat lestari dan terus ada regenerasi di Tulungagung. Pria yang memakai baju merah khas Imlek ini secara telaten melatih anak-anak bermain barongsai. Padahal, beberapa kali terlihat ada gerakan yang salah dari anak-anak. Namun, dia sabar untuk selalu mengajari hingga anak-anak tersebut mahir memainkannya. “Kini kami masih mengajarkan gerakan dasar saja. Ada tiga gerakan dasar, yakni gerakan segi tiga, kotak dan huruf Z. Bila ketiga gerakan itu bisa dikuasai anggota barongsai, pasti selanjutnya mahir bermain barongsai,” ungkapnya.

Dia menilai bahwa anak-anak yang dilatihnya tidak merasa kesulitan ketika dilatih ketiga gerakan dasar itu. Mereka menikmati latihan yang diajarkannya dan terlihat senang dalam latihan. Menurut dia, jika anak tersebut memiliki niat tinggi pasti bisa memainkan barongsai hingga tampil di khalayak umum. Namun, agar anak-anak bisa mahir gerakan dasar untuk bermain barongsai membutuhkan waktu setidaknya dua bulan.

Dia berharap dengan latihan tidak sampai satu bulan ini, semoga penampilan anak-anak tidak akan mengecewakan. “Bagi saya kesenian barongsai ini terbuka untuk siapa saja, bukan milik etnis Tionghoa. Jadi, tidak hanya untuk etnis Tionghoa. Bisa dari umat lainnya. Apalagi, kelenteng bukan milik satu orang. semua orang berhak memiliki,” pungkasnya. (*/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.