Semakin Dekat dengan Pembaca

Tabebuya Gantikan Tanaman Perindang Tua

KOTA BLITAR –  Pemeliharaan pohon besar di Kota Blitar yang rawan tumbang sudah dilakukan rutin. Namun, pohon tumbang karena hujan dan angin kencang masih sering terjadi.

Kepala Bidang Konservasi dan Komunikasi Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar Rahmawati Anifah mengatakan, pemeliharaan pohon di pinggir jalan dilakukan secara rutin. Pemeliharaan dilakukan dengan memangkas pohon yang sudah tua dan rimbun. “Sehingga mengurangi beban pada pohon dan mengurangi potensi pohon tumbang,” terangnya kepada koran ini, kemarin (6/12).

Dia mengaku tidak semua pohon perindang di pinggir jalan dipangkas. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Di antaranya, kondisi pohon yang berusia tua, daunnya rimbun, dan akarnya sudah keluar ke permukaan tanah hingga merusak fasilitas di sekitarnya. “Setelah aspek-aspek tersebut masuk, kami langsung memangkas. Namun, itu akan selalu tumbuh lagi. Jadi, tidak ada istilah selesai untuk pemeliharaan tanaman perindang pinggir jalan,” katanya.

Di samping memangkas pohon kering dan tua, DLH juga melakukan penggantian tanaman baru atau reboisasi. DLH mengganti pohon yang terbilang aman dan akarnya tidak merusak jalan maupun trotoar. Pada tahun ini, DLH telah mengadakan penanaman pohon tabebuya di sejumlah titik ruas jalan.

Pohon tabebuya ini bertujuan untuk menggantikan pohon yang sudah tua. Akar dari pohon tersebut berjenis akar tunggang sehingga tidak bersifat merusak jalan atau trotoar. “Akar tunggang ini akarnya tidak bisa menyebar. Harapannya pohon tersebut tidak merusak fasilitas lain,” ungkap perempuan berjilbab ini.

Selain untuk penghijaun, penanaman pohon tabebuya juga berfungsi untuk menambah keindahan. Tak sekadar merawat tanaman bunga di taman kota, tetapi juga tanaman di tepi jalan. Melalui Gerakan Menanam Sejuta Pohon untuk Lingkungan (Gema Sejoli), DLH telah menanam ratusan jenis tanaman untuk penghijauan dan menambah udara sehat di Kota Blitar.

Tahun ini, DLH telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp 170 juta untuk pengadaan bibit pohon baru. “Bibit pohon tersebut nantinya ditanam di tepi jalan dan di taman kota,”tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua pohon besar di Jalan Cemara tumbang dan menimpa dua warung makan pada Senin (5/12) lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Pohon tumbang terjadi karena diterjang angin kencang. (mg1/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.