Semakin Dekat dengan Pembaca

Tahun Baru Jadi Momen Usaha Trompet, Manfaatkan Bahan Bekas untuk Dapatkan Cuan

KOTA BLITAR – Tahun baru menjadi peluang bagi Rumi untuk mendapatkan pundi rupiah. Sejak 20 tahun lalu, dia alih profesi menjadi produsen trompet saat pergantian tahun. Padahal, sehari-harinya dihabiskan mengurus lahan alias sebagai petani.

Perempuan asal Kota Wonogiri, Jawa Tengah, ini memilih memproduksi trompet dan menjualnya di Kota Blitar saat menjelang tahun baru. Sebab, momen tahun baru di kampung halamannya sepi. Dia tinggal di Kota Blitar hanya selama kurang lebih dua minggu jelang malam pergantian tahun.

Rumi memproduksi trompet bersama suaminya sejak November lalu. Trompet miliknya terbuat dari kertas duplex. Ada beberepa model trompet yang dijual, selain berbentuk contong, ada juga yang berbentuk naga. Kertas tersebut dia dapatkan secara grosir dari pengepul rongsokan. “Meskipun dari rongsokan, tapi barangnya masih baru. Kadang ada kertas sisa yang tidak terpakai,” ujarnya kepada Koran ini.

Kertas untuk bahan baku trompet ini dibeli dalam satuan kilogram. Harganya sekitar Rp 7.500 ribu per kilogram. Menyambut momen tahun baru, dia biasanya membutuhkan sekitar 50-100 kilogram untuk bahan baku membuat trompet.

Dia mengatakan, trompet dengan karakter naga lebih sulit. Sebab, ada banyak potongan kecil untuk merangkai atau membuat trompet dengan karakter naga tersebut.

Sayangnya, usaha penjualan trompet ini tidak lagi moncer. Nyaris tiap tahun mengalami penurunan. Biasanya, pada tahun sebelum pandemi Covid-19, para penjual pesan trompet untuk dijual lagi. “Tahun ini tidak ada yang pesan. Kira-kira penurunan pembeli sekitar 40 persen,” akunya.

Harga trompet yang dipasarkan mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 35 ribu. Harga tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. “Harga bahan naik, jadi terpaksa harus menaikkan harga jual,” lanjutnya.

Menurutnya, momen tahun baru terasa kurang ramai jika tidak menggunakan trompet. Dia menyayangkan jika tidak ada yang menjual trompet lagi. Sebab, hal tersebut bisa menyebabkan trompet punah. “Jadi, meriahnya tahun baru tidak hanya dari pesta kembang api, tapi juga suara trompet yang mengiringi,” tandasnya. (mg1/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.