Semakin Dekat dengan Pembaca

Tahun Depan Sekolah di Tulungagung Wajib Ikuti Kurikulum Merdeka

TULUNGAGUNG- Belum semua lembaga pendidikan di Tulungagung menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. Seringnya berganti landasan kurikulum pendidikan membuat semangat dalam penerapan berkurang. Diketahui, kini lembaga pendidikan menerapkan Kurikulum 2013 dan Merdeka Belajar.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung Syaifudin Juhri mengatakan, lembaga pendidikan di Tulungagung sedang menerapkan dua kurikulum tersebut sebagai landasan dalam pembelajaran. Diketahui dari 96 lembaga pendidikan jenjang sekolah menengah pertama (SMP), yang masih menerapkan Kurikulum 13 ada 57 lembaga dan 39 lembaga lainnya menerapkan Kurikulum Merdeka. “Kurikulum Merdeka itu diterapkan pada kelas I, kelas IV, dan kelas VII. Sebenarnya tidak ada kendala dalam penerapan Kurikulum Merdeka, hanya semangatnya kurang,” jelasnya kemarin (15/8).

Lanjut dia, sementara untuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), dari 628 lembaga, yang menerapkan Kurikulum Merdeka ada sebanyak 534 lembaga dengan persentase sekitar 85 persen. Berdasarkan data tersebut diketahui sekitar 94 lembaga masih menerapkan Kurikulum 13 dengan jumlah persentase sekitar 15 persen. “Dari 534 sekolah, yang Mandiri Belajar 119 sekolah, mandiri berubah 342, dan Mandiri Berbagi kosong,” paparnya.

Dia menambahkan, kemudian untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), dari 999 lembaga baru sekitar 8 lembaga yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Sebelum ada Kurikulum Merdeka, mereka sudah menerapkan Merdeka Bermain. “Artinya sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka, tapi secara yuridis formalnya belum karena Kurikulum Merdeka belum dimulai,” ungkapnya.

Dia mengaku, kali ini pemerintah masih memberikan toleransi kepada lembaga pendidikan yang belum menerapkan Kurikulum Merdeka. Namun, tahun depan penerapan Kurikulum Merdeka sudah wajib diterapkan pada tiap lembaga pendidikan di Tulungagung. “Karena kebanyakan lembaga tidak berani, padahal program Kurikulum Merdeka itu baik. Harapan dari kurikulum tersebut memberikan output terbaik bagi siswa. Bukan hanya matang dalam akademik, tapi karakter dan mental juga akan terbentuk,” paparnya.

Lanjut dia, dalam Kurikulum Merdeka Belajar tersebut terdapat tiga pilihan yang harus dipilih oleh lembaga pendidikan. Yaitu, Kurikulum Merdeka Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi. Terkait Mandiri Belajar, sekolah tetap bisa melaksanakan pembelajaran yang dimiliki Kurikulum 13. Kemudian untuk Mandiri Berubah, siap melaksanakan perubahan dengan alat ajar dan bahan ajar. “Kalau Mandiri Berbagi itu sudah diterapkan 100 persen sesuai dengan modul yang ada,” tutupnya. (mg2/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.