Semakin Dekat dengan Pembaca

Tahun Ini Bangun Rumdin Wabup Blitar, Saat Ini “Numpang” di Pendapa RHN

KABUPATEN BLITAR – Tahun ini bakal menjadi tahun pembangunan di Kabupaten Blitar. Selain infrastruktur, pemerintah juga bakal membangun rumah dinas wakil bupati tahun ini. Sekitar Rp 4 miliar bakal dikeluarkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023 untuk pembangunan tersebut.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar Rudi Widianto mengaku belum melihat detail model rumah khusus untuk Wabup Rahmat tersebut. Kendati begitu, pihaknya membenarkan anggaran yang disediakan untuk pembangunan rumah ini sekitar Rp 4 miliar. “Yang saya tahu, dengan anggaran Rp 4 miliar itu untuk bangun pagar dan rumah dinas. Nanti juga ada pendapa di rumah dinas tersebut,” katanya.

Diketahui, selama ini pemerintah kabupaten blitar belum memiliki aset berupa rumah dinas wakil bupati. Selama ini, Wabup Rahmat tinggal atau memanfaatkan salah satu kamar di Pendapa Ronggo Hadi Negoro (RHN).

Rumah dinas tersebut rencananya dibangun di Kelurahan Satreyan, Kecamatan Kanigoro. Tepatnya di sebelah selatan Pasar Kanigoro.

Rudi mengatakan, selatan Pasar Kanigoro ini diproyeksikan menjadi kompleks perkantoran. Selain rumah dinas, ada beberapa kantor lain seperti kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Blitar dan kantor organisasi perangkat daerah (OPD). “Untuk kantor dinas dan yang lainnya, kami kurang tahu kapan direalisasikan. Yang jelas, tahun ini nanti akan dibangun rumah dinas wakil bupati di sana,” katanya.

Rudi tidak tahu pasti kapan pembangunan rumah dinas ini dimulai. Sebab, saat ini masih dalam tahap penyususn detail enginering design (DED).

Menurut dia, ada sedikit perubahan dalam rencana pembangunan rumah dinas wabup ini. Sebelumnya, fasilitas bagi orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini direncanakan dibangun di wilayah Kecamatan Garum.

Namun, rencana itu urung dilaksanakan dan digeser ke Kelurahan Satreyan, Kecamatan Kanigoro. Hal ini pula yang menjadi alasan saat ini masih dalam proses penyusunan DED. “Rencana awalnya dibangun di depan dinas pendidikan, tapi ada perubahan dan digeser ke Satreyan. Alasan digeser sementara kami kurang tahu, karena kebetulan saya juga masih baru (menjabat kabid cipta karya, Red),” ungkapnya. (hai/c1/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.