Semakin Dekat dengan Pembaca

Tak Lagi Ada Batasan Umur, Prediksi CJH 2023 Akan Dipenuhi Lansia

Tulungagung – Tidak ada aturan batasan usia pada pelaksanaan ibadah haji di tahun 2023 nanti. Calon jemaah haji (CJH) diprediksi akan dipenuhi para lansia. Sebelumnya, pada pelaksanaan haji di tahun 2022, usia CJH dibatasi maksimal 65 tahun.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung, Muhajir mengatakan, karena aturan pembatasan usia pada pelaksanaan haji di tahun 2022, banyak jemaah haji asal Tulungagung yang berusia 65 tahun ke atas tidak bisa berangkat haji. Mengetahui hal tersebut, pihaknya memprediksi bahwa pada pelaksanaan haji di tahun 2023 nanti dipenuhi jemaah haji lansia atau berusia 65 tahun ke atas. “Ya karena tahun lalu itu kan ada aturan batasan usia CJH dan tahun ini aturan itu sudah tidak ada. Apalagi, di tahun lalu tidak sedikit juga CJH yang seharusnya bisa berangkat, tetapi tidak bisa melaksanakan haji karena aturan batasan usia,” jelasnya kemarin (12/01).

Hal tersebut membutuhkan perhatian khusus terutama bagi petugas kloter (kelompok terbang) yang bertugas untuk mendampingi jemaah haji. Dengan tidak adanya aturan batasan usia, petugas kloter perlu bekerja ekstra untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji. “Tentunya di sini petugas kloter perlu bekerja ekstra dan perhatian khusus bagi jemaah haji. Ya karena tidak adanya batasan usia, tidak menutup kemungkinan akan banyak jemaah berusia 65 tahun ke atas,” ucapnya.

Diketahui, setiap kloter ada 450 jemaah haji dengan empat petugas kloter. Itu meliputi ketua kloter, pembimbing ibadah kloter, dokter, dan para medis.
Menurut dia, selain itu juga terdapat petugas haji daerah (TPHD) dengan surat rekomendasi dari bupati. “Jadi nanti kita tinggal melihat sinergi di sana yang tentunya diperlukan. Antara petugas haji kloter yang direkrut oleh Kemenag dengan petugas haji yang direkomendasikan bupati. Kalau yang dari Kemenag itu ketua kloter dan pembimbing ibadah. Dokter dan para medis dari dinas kesehatan (dinkes),” paparnya.

Disinggung perihal seleksi dari Kemenag untuk petugas kloter, dia mengaku bahwasanya kini pihaknya sedang melaksanakan seleksi petugas kloter haji. Seleksi tersebut meliputi seleksi administrasi tulis atau computer assisted test (CAT). “Selesai mengikuti seleksi CAT akan ditentukan petugas kloter yang lulus itu siapa saja. Baru nanti kita kirimkan ke kantor wilayah (kanwil) sebanyak dua kali dari data petugas kita. Itu untuk mengikuti wawancara di kanwil nantinya. Setelah itu baru ditentukan siapa yang berhak mendampingi jemaah haji,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut dia, setelah prosesi tersebut selesai, biasanya akan ada diklat bagi seluruh calon petugas kloter. Diklat petugas kloter akan diadakan selama 10 hari. “Itu pelatihan terintegrasi antara petugas dari Kemenag dan petugas dari dinkes. Menyimulasikan seakan-akan mereka sudah mendampingi jemaah di dalam kloter itu,” tutupnya. (mg2/c1/din)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.