Semakin Dekat dengan Pembaca

Tak Sesuai Spesifikasi, Tegur Rekanan

KOTA BLITAR – Memasuki awal Desember, progres pekerjaan fisik di Kota Blitar mencapai sekitar 70 persen. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) optimistis pekerjaan selesai sesuai kontrak.

 

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar Joko Pratomo mengatakan, pekerjaan fisik hingga saat ini terus dikebut. Dinas meminta agar pekerjaan dimaksimalkan disisa waktu. “Saat ini progres rata-rata sudah 70 persen.Kami terus memonitor pekerjaan di lapangan,” katanya kepada koran ini, kemarin (4/12).

 

Pantauan di lapangan, ada beberapa proyek fisik yang belum tuntas 100 persen. Khususnya proyek-proyek fisik yang menyedot anggaran miliaran rupiah. Di antaranya, proyek revitalisasi saluran Jalan Ir Soekarno, trotoar dan fasilitas pendukungnya. Lalu, revitalisaai saluran di Jalan Bromo dan Jalan Merapi.

 

Menurut Joko, sebagian besar kontrak proyek fisik memang berakhir sampai akhir tahun. Meski demikian, dinas mendorong pelaksana untuk segera menuntaskan pekerjaan secara maksimal. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, Insyaallah (pekerjaan, Red) akan selesai sebelum berakhirnya tahun 2022,” ujarnya.

 

Sejauh ini, kata dia, belum ditemukan adanya kesalahan dalam pekerjaan. Seperti tidak sesuainya hasil pekerjaan dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Dinas PUPR selalu mewanti-wanti pelaksana agar pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dan gambar. “Sejauh ini masih on the track. Soal mutu nanti ditentukan, selain secara visual di lapangan juga nanti ada uji laboratorium,” terang Joko.

 

Kalaupun nanti di lapangan menemukan pekerjaan yang tidak cocok dengan spesifikasi, dinas PUPR langsung menegur pelaksana. Meminta pelaksana untuk merubahnya sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. “Hal tersebut wajar dalam proses pelaksanaan pekerjaan,” tuturnya.

 

Sebelumnya, Komisi III DPRD Kota Blitar mendorong dinas PUPR dan dinas terkait untuk aktif memantau pekerjaan fisik di lapangan. Terlebih menjelang akhir tahun. Dinas terkait harus memastikan bahwa pekerjaan pelaksana atau rekanan sesuai dengan perencanaan.

 

Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar Bayu Setyo Kuncoro meminta dinas terkait aktif terjun ke lapangan. Jika memang ditemukan ada ketidaksesuaian pekerjaan agar rekanan segera merubahnya kembali. “Jelang akhir tahun ini harus dimaksimalkan. Pastikan kualitas pekerjaannya juga,” ujar politisi PDIP ini. (sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.