Semakin Dekat dengan Pembaca

Takut, Lansia Enggan Vaksinasi Dosis Empat

KOTA BLITAR – Minat masyarakat Bumi Penataran untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 booster kedua alias dosis keempat lesu. Itu terlihat dari cakupan dosis kedua yang terus menurun hingga dosis keempat. Paling kentara pada golongan lanjut usia (lansia).

Subko Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Endro Pramono membenarkan hal itu. Menurut dia, rendahnya cakupan dosis keempat ini dipicu pola pikir lansia. Sebagian masih takut mengikuti imunisasi, sedangkan ada pula yang merasa cukup dengan dosis satu.

“Sampai hari ini (kemarin, Red) masih susah naiknya. Ini sangat berbanding terbalik dengan cakupan yang pertama. Kadang mau ikut masih khawatir,” ujarnya kemarin (21/12).

Data dari dinkes, cakupan vaksinasi lansia pada Selasa (20/12) lalu belum merata. Vaksinasi dosis pertama jumlahnya relatif banyak. Yakni, sudah 85,22 persen atau 127.323 lansia yang diimunisasi. Kemudian, dosis kedua sekitar 71,07 persen, dosis ketiga 19,56 persen, dan dosis keempat paling rendah dengan 0,72 persen.

Endro -sapaan akrabnya- menambahkan, rangkaian vaksinasi sejatinya dibutuhkan lansia. Terlebih, golongan ini dianggap paling rentan terpapar wabah. Itu karena kondisi fisik dan imunitas tubuh tak lagi optimal. Dengan demikian, lanjut dia, imunisasi tersebut diperlukan untuk menambah sistem kekebalan di situasi pandemi.

“Yang kami khawatirkan juga yang punya penyakit bawaan atau komorbid. Karena korona ini menyerang sakit yang sebelumnya diidap,” terangnya.

Disinggung terkait isu vaksinasi berbayar, Endro menampiknya. Kata dia, layanan vaksinasi gratis dan belum ada instruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Untuk itu, selama belum ada regulasi vaksin berbayar, dia mengimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan vaksin gratis secara maksimal.

Vaksinasi booster menggunakan jenis Pfizer, jelas dia, masih dialokasikan untuk lansia dan nakes. Namun, tidak menutup kemungkinan apbila ini bakal didistribusikan untuk anak-anak dan golongan umum.

Dosis tersebut juga untuk mengantisipasi adanya varian baru. Seperti XBB yang sebelumnya sempat mendapat atensi pemerintah pusat. Meski di Kabupaten Blitar kasus tersebut urung teridentifikasi, tetapi varian ini patut diantisipasi. Terutama mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan menerima imunisasi pencegahan Covid-19.

“Selain itu juga untuk menghadapi libur Natal dan tahun baru (Nataru), karena ini kunjungan wisata dan lalin meningkat. Prokes agar lebih ketat,” tandasnya. (luk/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.