Semakin Dekat dengan Pembaca

Talud Ambrol, Satu Rumah Terancam Roboh

KOTA BLITAR – Hujan deras yang mengguyur Kota Patria masih menjadi penyebab bencana alam, salah satunya tanah longsor. Seperti yang terjadi di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan.

Salah satu rumah warga yang berada di pinggir sungai terancam longsor. Itu setelah talud sungai ambrol. Meningkatnya debit air sungai menjadi salah satu penyebabnya.

Kepala Bidang Kedaruratan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar Setya Wiratna mengatakan, tanah longsor di Jalan Ahmad Kasan Kelurahan Gedog ini terjadi pada Senin (28/11) sekitar pukul 09.45 WIB. “Kejadian ini diakibatkan oleh talud sungai yang ambrol,” ujarnya kepada koran ini, kemarin (29/11).

Sehari sebelumnya pada Minggu (27/11), hujan deras mengakibatkan debit air sungai tersebut meningkat. Derasnya air sungai itu menggerus talud hingga ambrol sepanjang enam meter dan tinggi tiga meter. “Talud sungai ambrol pada pukul 08.00 dan longsor terjadi pukul 09.45,” jelasnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Rumah terdampak adalah milik Pitnadi, warga RT 02/RW 10, Kelurahan Gedog. Kondisi rumahnya kini retak. Tanah di sekitar rumahnya nyaris ambles

BPBD telah melakukan asesmen awal dan pemasangan garis polisi. Kemudian memberikan glengsing ke pihak Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana). “Rencananya proses perbaikan talud akan dilakukan setelah sebelah barat selesai,” jelasnya.

Warga setempat, Suwarji mengatakan talud tergerus air sungai karena hujan deras. Dia menyebut, dua minggu sebelumnya talud di sebelah barat juga sudah longsor. Itu merupakan proyek pembangunan talud.

 

Suwarji mengatakan, pemilik rumah yang terdampak longsor sudah pindah sejak kejadian berlangsung. Sebab, tanah di rumah itu sudah rawan longsor. “Serumah terdiri dari lima orang. Sekarang sudah mengungsi di rumah saudaranya,” tandas pria 65 tahun ini. (mg1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.