Semakin Dekat dengan Pembaca

Taman Gantung Pendapa Digeser

KABUPATEN BLITAR – Taman gantung di area kantor Bupati Blitar mangkrak alias tak difungsikan. Tak pelak, hal ini merusak pemandangan di kantor pemerintahan tersebut.

Taman yang berada tepat di depan kantor bupati ini dibangun dari rangkaian besi. Tingginya sekitar 2,5 meter melintang di antara Pendapa Sasana Adhi Praja (SAP) dan gedung tempat ngantor Mak Rini. Rangkaian besi itu didesain khusus sehingga bisa menampung ratusan pot atau tanaman. Namun, belakangan taman tersebut kosong. Rangkaian besi itu juga menunjukan tanda-tanda korosi.

“Eman sekali, kalau dibiarkan lama-lama bisa memicu pemandangan kumuh,” ujar seorang warga Kanigoro, Junaidi.

Menurutnya, lebih baik jika tanaman tersebut dihibahkan kepada masyarakat. Itu jika pemerintah tidak lagi berencana memanfaatkan sarana tersebut. Sebab, pihaknya juga yakin jutaan rupiah dikeluarkan pemerintah untuk pengadaannya.

Dulu, taman ini diisi dengan berbagai jenis tanaman. Secara berkala ada petugas yang melakukan perawatan. Namun, beberapa bulan terakhir, pemandangan tersebut tidak lagi terlihat. Maklum, tidak ada satu pun pot atau tanaman yang tertinggal di taman gantung ini.

Kabag Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar Eko Sumardiyanto tidak menampik pemandangan kurang sedap tersebut. Pihaknya mengaku sudah memiliki beberapa rencana untuk pemanfaatan taman gantung ini. “Rencana kami pindahkan agar tidak ada lagi pembatas pandangan antara Pendapa SAP dan kantor bupati,” katanya.

Eko mengatakan, taman gantung ini akan diletakkan di sisi kanan dan kiri gedung atau kantor bupati. Dengan begitu, beberapa staf yang selama ini juga ngantor di gedung dua lantai tersebut lebih nyaman. “Minimal bisa melindungi paparan matahari langsung saat siang dan sore hari. Jadi, menurut kami lebih bermanfaat kalau taman itu dipindakan ke kanan dan kiri gedung,” tuturnya.

Mantan staf badan pendapatan daerah (bapenda) ini belum bisa memastikan kapan pemindahan dilakukan. Sebab, di tahun anggaran 2023 tidak ada pos khusus untuk pemeliharaan taman tersebut.

Karena alasan ini pula, pihaknya berencana meminta DLH dalam pengelolaan dan pemeliharaan taman ini. Menurutnya, dengan begitu pemanfaatan dan pemeliharaan taman tersebut lebih optimal. “Sebenarnya bisa saja sih dialokasikan di perubahan anggaran, tapi kan terlalu lama. Makanya, kami rencana bersurat ke DLH untuk fasilitasi tanaman sekaligus mengatur penataaan di lokasi yang baru,” ujarnya. (hai/c1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.