Semakin Dekat dengan Pembaca

Tampil Ngethrift, Ikut Jaga Lingkungan

Thrift adalah produk bekas dari luar negeri. Salah satu di antaranya berupa pakaian.Belakangan ini, baju thrift mulai digandrungi semua kalangan terutama kawula muda. Termasuk Julaika Sri Lestari.

Menurut Tari, sapaan akrabnya, harga baju thrift sangat terjangkau sehingga banyak dilirik oleh anak muda. Apalagi, kualitasnya tak perlu diragukan lagi. “Untuk gonta-ganti outfit pun sangat mudah. Selain harganya murah, baju thrift itu limited dan beda,” ujarnya kepada koran ini.

Tak hanya gemar mengenakan, bahkan kini dia sudah merambah bisnis thrift. Berawal dari hobi ngethrift, pada 2021 dia memulai usaha jualan baju thrift dengan berbagai model. Dia melihat peluang yang cukup bagus di bidang tersebut. “Awalnya sering belanja baju thrift di e-commerce karena bagus,murah, dan berkualitas. Akhirnya, aku memutuskan untuk membuka usaha sekalian,” terangnya.

Selain itu, ketika berbelanja thrift, Tari mengaku bisa tampil trendi dengan harga terjangkau. Hanya butuh waktu dan tenaga untuk memilah dan memilih baju thrift yang diinginkan. “Cukup memuaskan. Karena beli baju thrift, dari segi model dan kualitas itu bagus, dan pastinya harga juga miring,” ucapnya.

Meskipun baju thrift banyak diminati oleh sebagian orang, hal tersebut tidak bisa terlepas dari stigma negatif. Banyak yang menganggap baju bekas itu kotor, tidak layak, dan sarang penyakit. Padahal, jika baju thrift diolah dengan benar, kekhawatiran itu dapat teratasi. “Terlebih, jika kita pakai baju thrift itu termasuk mendukung pelestarian lingkungan juga lho. Karena dapat mengurangi limbah,” tandasnya. (kri/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.