Semakin Dekat dengan Pembaca

Tangkal Nikah Dini Karena Hamil Duluan, Pemahaman Agama Jadi Senjata

Tulungagung – Sepanjang tahun 2022 lalu, ratusan kasus pernikahan dini terjadi di Tulungagung. Kurangnya pemahaman perihal agama menjadi faktor yang melatarbelakangi terjadinya kasus tersebut. Diketahui, mayoritas kasus pernikahan dini terjadi lantaran hamil di luar nikah.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung, Ahmad Balya mengatakan, angka pernikahan di Tulungagung pada tahun 2022 ada sebanyak 8.015 pernikahan. Berdasarkan data, pelaksanaan pernikahan dengan usia di bawah 19 tahun atau pernikahan dini ada 368 kasus. Secara rinci, jumlah pernikahan dini berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki ada 84 kasus dan perempuan ada 284 kasus. “Memang perbedaannya mencolok. Lebih banyak perempuan yang belum sampai usia nikah itu sudah berani menikah,” jelasnya kemarin (17/01).

Terdapat beragam faktor penyebab pernikahan dini di Tulungagung. Hal itu meliputi kurangnya pendidikan baik pada anak maupun orang tua, faktor pergaulan, hingga kasus hamil di luar nikah.
Menurut dia, ketiga faktor tersebut merupakan sebab utama terjadinya pernikahan dini. “Kalau berpendidikan pasti akan direpotkan dengan pendidikannya. Kemudian pergaulan, nah ini yang sering jadi pemicu sehingga muncul faktor penyebab ketiga yaitu hamil duluan,” ucapnya.

Dengan adanya kasus hamil di luar nikah tersebut, maka akan segera dinikahkan meskipun masih berusia di bawah 19 tahun.
Dia mengaku, keputusan tersebut untuk mencegah timbulnya kemaksiatan yang berlanjut. “Kalau sudah hamil, mau tidak mau harus dinikahkan. Supaya tidak terjadi kemaksiatan yang terus berlanjut. Jadi tetap harus mendapatkan izin dari pengadilan agama,” tegasnya.

Selain ketiga faktor tersebut, juga terdapat faktor yang melatarbelakangi kasus pernikahan dini di Tulungagung. Faktor tersebut mengenai kurangnya pemahaman agama dari pelaku pernikahan dini. “Jadi, bagaimana pemahaman tentang agama itu dapat membentuk karakter. Itu dapat mengurangi tingkat risiko kehamilan di luar nikah sehingga terjadi pernikahan dini,” ungkapnya.

Tidak berhenti di situ, faktor ekonomi ikut berperan dalam terjadinya tren pernikahan dini. Tidak sedikit dari orang tua di Tulungagung memilih untuk menikahkan anaknya yang masih berusia di bawah 19 tahun karena faktor ekonomi. “Ada juga karena tradisi yang melekat di masyarakat untuk segera menikahkan anaknya, meskipun masih berusia di bawah 19 tahun,” tutupnya. (mg2/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.