Semakin Dekat dengan Pembaca

Target Raih Emas, Proyeksikan Nomor Punggung dan Kupu-Kupu

KOTA BLITAR – Bersiap turun di Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Timur (Jatim) tahun ini, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Blitar mulai bicara soal perolehan medali. Tim pelatih mulai memetakan nomor-nomor yang dinilai punya kans besar untuk merebut medali.

Anggota dewan pembina PRSI Kota Blitar, Priyo Purwoko mengungkapkan, total ada sebanyak 32 nomor berbeda dalan cabor renang. Secara umum, jumlah itu dibagi menjadi empat nomor gaya. Yakni, nomor gaya bebas, kupu-kupu, punggung, dan katak. “Dalam pola pembinaan yang kami terapkan ke anak-anak, semua diajarkan dan ditekankan dengan porsi yang sama,” tegasnya.

Perlu diingat, dalam dua bulan belakangan, tim pelatih juga meningkatkan porsi pembinaan reguler. Jika biasanya atlet hanya berlatih sebanyak empat kali dalam sepekan, kini menjadi delapan kali dalam sepekan. “Karena ada tambahan sesi pagi. Jadi, dalam satu hari latihan digelar sesi pagi dan sore,” katanya.

Dampaknya, tim pelatih melihat ada perkembangan cukup signifikan pada sejumlah dua nomor gaya. Yakni, nomor punggung dan kupu-kupu. Dari data yang dihimpun oleh tim pelatih, rata-rata perenang di nomor punggung dan kupu-kupu punya catatan waktu lebih baik dibanding nomor lain.

Induk cabor meproyeksikan kedua nomor tersebut untuk menyabet medali pada Kejurda bulan depan. Tak tanggung-tanggung, PRSI menargetkan medali emas bagi anak asuhnya. “Kami lihat by data. Kalau memang dinilai bagus, ya nomor itu yang diproyeksikan untuk mendapat (prestasi, Red) lebih,” tuturnya.

Disinggung soal nomor katak dan bebas, tegas dia, pihaknya akan segera meningkatkan porsi latihan. Tujuannya agar perbedaan waktu bisa dipangkas. “Memang, masing-masing nomor punya catatan waktu yang variatif. Tapi, jangan sampai perbedaannya sangat mencolok,” kata Purwoko.

Salah satu opsi yang dipilih adalah dengan meningkatkan target capaian waktu dalam satu sesi latihan. Sebagai gambaran, atlet di nomor kupu-kupu biasa ditarget waktu tempuh selama 1,42 menit untuk kolam sepanjang 100 meter. Namun, kali ini dipangkas menjadi 1,10 menit. “Di awal pasti susah. Tapi, kalau atlet sudah terbiasa, ya jadi ringan. Yang penting capaian waktunya tidak boleh melenceng jauh,” pungkasnya. (dit/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.