Semakin Dekat dengan Pembaca

Target Tinggi, Anggaran Seret

KOTA BLITAR – Banyaknya kebutuhan jelang Porprov VIII Jatim tahun depan jadi perhatian masing-masing cabor, termasuk Pengurus Kabupaten (Pengkab) Kick Boxing Blitar. Sayangnya, jumlah anggaran yang diterima induk cabor di tahun ini bakal seret. Itu berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya.

Di pengujung tahun lalu, pengkab sudah merinci berbagai kebutuhan cabor di sepanjang tahun ini. Mulai dari pemenuhan suplemen atlet, perawatan perangkat latihan, pengadaan perangkat baru, pengadaan seragam atlet, hingga kebutuhan untuk pelaksaan tryout.

Hasilnya, nominal pengajuan sebesar Rp 100 juta dilayangkan kepada KONI Kabupaten Blitar untuk diteruskan kepada pemerintah daerah. Namun, tampaknya kecil kemungkinan pemkab bakal mencairkan anggaran yang senilai dengan nominal yang sudah diajukan. “Tahun lalu kami terima kurang dari Rp 10 juta. Kami berharap tahun ini bisa lebih. Karena kebutuhannya juga semakin banyak,” kata pelatih kepala Pengkab Kick Boxing Blitar, Sugeng Wahyu Widodo.

Perlu diingat, kick boxing menjadi salah satu cabor yang kudu melalui fase kualifikasi alias pra porprov. Jika lolos, maka tim atau kontingen bisa mengantongi tiket untuk berlaga di gelaran utama Porprov VIII Jatim tahun ini. Itu membuat pengkab membuat kebijakan. Salah satunya adalah untuk mengikutsertakan anak asuhnya di banyak agenda uji coba. “Program tryout sudah dirancang sejak akhir tahun lalu. Kami berencana pergi ke berbagai daerah di Jatim untuk uji coba,” ucap dia.

Pengkab berharap hal ini jadi perhatian para pengambil kebijakan. Pasalnya, selama ini cabor bela diri menjadi tumpuan kontingen Bumi Penataran untuk meraup banyak medali di berbagai ajang kejuaraan. Baik di tingkat lokal, provinsi, hingga nasional. Bahkan, cabor kick boxing juga hampir selalu diberi target untuk meraih medali emas. Termasuk di dua event kejuaraan di akhir tahun lalu. Yakni, Popda dan Kejurnas Jatim 2022.

“Mengingat banyaknya agenda, harusnya tahun ini kami memperkirakan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 50 juta. Tapi, harus diakui kami cukup pesimistis bisa mendapatkan anggaran sesuai dengan yang kami ajukan di tahun ini. Karena tahun lalu, kurang dari Rp 10 juta. Padahal, kami ajukan Rp 100 juta,” bebernya. (dit/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.