Semakin Dekat dengan Pembaca

Targetkan Tambahan 30 Desa Wisata Baru Trenggalek, 2023 Pendampingan 100 Desa Wajib Selesai

Radar Trenggalek – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek harus bergerak cepat untuk merealisasikan program 100 desa wisata. Pasalnya, sejauh ini masih ada 70 desa wisata yang telah dibentuk dari pelaksanaan awal di 2021 kemarin. Hal itu dilakukan untuk terus menggali potensi desa yang ada di tiap wilayah kecamatan. Guna meningkatkan daya saing Trenggalek dengan wilayah lainnya. Apalagi, dalam waktu dekat, proyek strategis nasional (PSN) yang ada di Trenggalek untuk meningkatkan perekonomian seperti Jalur Lintas Selatan (JLS) akan segera selesai dan pembangunan Bandara Kediri. Sehingga hal tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal. “Program itu rencananya selesai selama tiga tahun berjalan, pastinya kami akan melakukannya lagi di tahun ini,” ungkap Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto.

Dia melanjutkan, untuk itu pada awal tahun ini disparbud kembali akan mengajukan 30 desa untuk mendapatkan pendampingan. Pendampingan yang dimaksud khususnya pada sektor kepariwisataan agar bisa menggenapi 100 desa wisata yang ada. Untuk proses pendamping nanti, seperti rencana semula akan dilakukan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Trenggalek. “Semoga saja dengan hal tersebut pengelolaan wisata yang dilakukan lebih baik lagi, hingga ketika PSN selesai akan berdampak pada kunjungan wisata yang semakin menggeliat. Sebab, dulu ada orang luar daerah untuk main ke sini (Trenggalek, Red) harus turun di Surabaya dan menempuh perjalanan darat yang lumayan jauh, sekarang dengan adanya PSN atau Bandara Kediri lebih dekat lagi,”imbuhnya.

Meskipun pada praktiknya tidak seluruh desa wisata pascapendampingan tersebut bisa moncer, setidaknya program tersebut bisa mengangkat sektor perekonomian masyarakat pedesaan. Terlebih, ada beberapa desa wisata yang meraih prestasi hingga skala nasional sehingga berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan. Dari situ, saat ini optimalisasi potensi desa wisata menjadi salah satu langkah mempercepat pertumbuhan ekonomi lewat sektor kepariwisataan berbasis pedesaan. Pengembangan potensi itu membuat Trenggalek akan semakin percaya diri lantaran menyediakan berbagai destinasi wisata yang lengkap, mulai dari wisata alam hingga desa wisata. Sebab, dalam hal ini, pemkab ingin ada percepatan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi melalui desa wisata tersebut. “Pastinya itu bukan hal yang mustahil untuk terwujud, sebab saat ini proses pemilihan desa untuk pendampingan berbeda dari sebelumnya. Sebelumnya kami yang memilih desa-desa yang memiliki potensi untuk didampingi, tapi saat ini mereka yang berlomba-lomba menawarkan potensinya untuk mendapatkan pendampingan,” jelas Sunyoto.(jaz/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.