Semakin Dekat dengan Pembaca

Tata Kelola RSUD dr Iskak Tulungagung Jadi Percontohan Nasional, Sistem Terbaik di Indonesia

Tulungagung – Rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung menjadi contoh standar baru pelayanan kesehatan nasional. Bahkan, Ditjen Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tertarik mempelajari sistem di rumah sakit ini, kemarin (10/1).

Ditjen Yankes Kemenkes, dr Azhar Jaya, sampai di RSUD mengunjungi beberapa ruangan dengan ditemani Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Dharmoredjo SpB FINACS MKes. Hingga akhirnya mendengarkan paparan direktur yang berada di aula Gedung Instalasi Diagnostic dan Intervensi Kardiovaskuler (IDIK).

“Tujuan kami datang ke RSUD dr Iskak untuk mempelajari sistem terbaik di Indonesia. Salah satunya berada di rumah sakit dr Iskak ini, sehingga kami tertarik untuk belajar. Kami mengambil kebijakan yang bagus untuk diterapkan di nasional,” ujar Ditjen Yankes Kemenkes, dr Azhar Jaya.

Dia melanjutkan, banyak hal yang dapat diadopsi di RSUD dr Iskak. Dari remunerasi, tata kelola rumah sakit juga baik. Kemudian, bisa melaksanakan pelayanan rumah sakit secara efektif dan efisien dengan unit cost yang masuk akal. Meskipun yang dilayani pasien BPJS, tetapi dapat memberikan pelayanan terbaik.

Dia melihat bahwa RSUD dr Iskak ini dengan sistem insentif yang diterima bisa bersaing dengan RS swasta. Maka, tata kelola manajemen perlu dikaji dan dibenahi di pusat secara menyeluruh. “Kami dalam rangka transformasi kesehatan Kemenkes akan menetapkan standar baru. RSUD dr Iskak ini telah menjadi contoh standar baru pelayanan kesehatan nasional,” terangnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Dharmoredjo SpB FINACS MKes mengatakan, dipilihnya RSUD dr Iskak menjadi tempat percontohan karena termasuk rumah sakit paripurna. Hal itu untuk perbaikan pelayanan agar masyarakat yang sakit tidak harus pergi ke luar negeri.

Maka dari itu, Kemenkes melalui Ditjen Yankes dan semua rumah sakit vertikal belajar ke RSUD dr Iskak untuk tata kelola rumah sakit. Dia menganggap semua yang ada di RSUD dr Iskak bisa diadopsi.
“Biasanya hasil kloning sistem ini dapat diketahui dalam waktu setengah tahun hingga satu tahun. Lalu, mereka yang mengkloning melakukan mapping terkait hal-hal yang akan diterapkan. Namun, sebelum itu harus dipikirkan efektivitas dan efesiensi, baru ada asesmen,” jelasnya.(jar/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.