Semakin Dekat dengan Pembaca

Tekad Bulat Jadi Juru Kunci Candi Dadi Usai Bermimpi Aneh dan Sering Dengar Suara Gaib

Lokasi sekitar Candi Dadi merupakan kompleks percandiaan dengan masih adanya tiga candi lainnya. Yakni, Candi Gemali, Candi Buto, dan Candi Urung. Dari keempat candi, tiga lainnya berada dalam kondisi kurang baik dengan puing-puing yang berserakan. Kondisi bangunan Candi Dadi masih kokoh meski belum sekalipun dilakukan pemugaran.

Secara turun-temurun, pemeliharaan Candi Dadi dilaksanakan oleh keluarga Andy Kristian Pamuji. Dari sang kakek, amanat menjadi juru pelihara kemudian turun kepada pamannya. Tahun 2002 merupakan tahun pertama pria tersebut menjadi juru pelihara Candi Dadi sebagai penerus estafet keluarganya. “Dulu namanya juru kunci, sekarang menjadi juru pelihara,” jelas Andi, sapaan akrab pria tersebut.

Dia berkisah, karena putra pamannya sudah menjadi polisi semua, kemudian dialah yang dipilih dan diminta untuk menggantikan posisi sebagai juru pelihara Candi Dadi tahun 2002 silam. Dalam kondisi baru lulus sekolah menengah atas (SMA), pergolakan dalam dirinya sebenarnya terjadi. Karena niat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi juga menjadi keinginannya waktu itu.

“Saat itu Pak Dhe (paman, Red) menemui saya dan menawarkan untuk melanjutkan tugas sebagai jupel Candi Dadi. Jadi, selama ditawari Pak De sebagai jupel, saya tetap masih mencoba untuk mendaftar ke perguruan tinggi,” ungkapnya.

Kemudian, dia meminta waktu kepada pamannya guna memikirkan ke depannya bagaimana tentang tawaran tersebut. Beberapa hari setelah tawaran itu datang, pada suatu malam Andi bermimpi tentang sesuatu yang mampu mengubah kebimbangannya dan menentukan pilihan.

Dia membeberkan tentang mimpi tersebut, yakni didatangi oleh satu keluarga tidak dikenal. Dalam keluarga tersebut yang terlihat adalah seorang ibu dan anaknya yang sedang hamil. Ibu tersebut meminta Andi untuk mencarikan sebatang kayu untuk dijadikan tongkat anaknya yang sedang hamil.

Masih dalam mimpinya, lanjut dia, akhirnya mencarikan kayu daerah perbukitan Walikukun kawasan selatan Tulungagung, dengan memotong salah satu pohon dan memotong kayunya guna dijadikan tongkat untuk diserahkan pada ibu dan anaknya yang hamil. Anehnya, tiba-tiba kayu yang hendak diserahkan menghilang beserta keluarga yang datang dalam mimpi tersebut. Sontak hal itu membuat Andi terbangun dari tidurnya.
“Lalu, saya mencari orang ‘pintar’ lewat teman saya, lalu diantar ke beliaunya untuk bertanya tentang mimpi yang saya alami,” ungkapnya.

Dari mimpi dan bertanya kepada orang “pintar” itu, membuatnya tersadar hal tersebut berkaitan dengan permintaan pamannya agar dia meneruskan tugas sebagai jupel Candi Dadi. Itulah yang akhirnya membulatkan hatinya untuk membuat pilihan melestarikan peninggalan nenek moyang sebagai jupel di Candi Dadi.

Di samping menerima tawaran dari pamannya, niatnya dalam sisi akademis juga tetap dijalankan pada salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Marmer ini, dengan mengambil jurusan Bahasa Inggris.
“Akhirnya saya lengkapi berkas persyaratan untuk menjadi jupel, ikut tes, sampai akhirnya diterima dan turun surat keterangan (SK),” jelasnya.

Pada awal menjalankan tugas sebagai jupel, dia mengungkapkan suatu hal yang membuatnya sedikit takut karena merupakan sebuah pengalaman pertama. Saat itu, dia sedang sendirian menyapu sisi utara barat Candi Dadi, tapi pada sisi lain (sisi utara timur) candi terdengar suara orang yang juga menyapu.

“Saya tidak berpindah sisi, suara yang mengikuti saya menyapu itu muncul sampai tiga kali. Lalu terdengarlah suara dentuman dalam sumuran (tengah-tengah candi, Red) yang membuat takut dan langsung turun ke bawah,” jelasnya. (*/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.