Semakin Dekat dengan Pembaca

Teknologi Berbasis Online Berhasil Menciptakan Pekerjaan Baru

KOTA, Radar Tulungagung – Seiring perkembangan zaman, banyak pekerjaan baru yang mencuat di masyarakat. Berdasarkan pantauan, pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan-pekerjaan berbasis online.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tulungagung Mohammad Amin melalui Koordinator Fungsi Statistik, Suci Handayanti mengatakan, seiring berkembangnya zaman terdapat jenis-jenis pekerjaan baru yang kini telah menjadi profesi bagi kalangan pemuda.

Menurut dia, profesi tersebut mulai bermunculan pada masa-masa pandemi Covid-19. “Khusunya pada saat Covid-19 itu, banyak jenis pekerjaan yang dulunya tidak pernah ada, dan sekarang sudah menjamur,” jelasnya kemarin (10/1).

Pekerjaan-pekerjaan baru tersebut berbasis online. Pekerjaan tersebut tergolong dalam perhitungan orang bekerja. Termasuk online shop, gamers, live streamer, YouTuber, selebgram, dan konten kreator. “Kalau dulu itu, konsep bekerjanya, dia bekerja minimal satu jam berturut-turut selama seminggu, itu baru dihitung sebagai pekerja. Nah, kalau sekarang itu perhitungannya sudah berubah,” ucapnya.
Diketahui, perubahan dalam perhitungan orang bekerja yaitu menghitung waktu yang dihabiskan dalam satu minggu. Artinya, jika seseorang telah menghabiskan waktunya minimal satu jam dengan akumulasi selama satu minggu, maka sudah tergolong dalam pekerjaan. “Sebelumnya kan per hari hanya bekerja 15 menit atau setengah jam, itu tidak dihitung. Kalau sekarang sudah ada perbaikan dan itu sudah dihitung dengan akumulasi selama satu minggu,” tutupny

a.
Pemuda asal Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, yang sukses berkecimbung ke dalam dunia profesional gamers, Mohammad Fahmi Amrullah mengatakan, awal bermain game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile yakni sekitar pertengahan tahun 2019. PUBG Mobile merupakan video game battle royale bertema survival. Para pemain diharuskan bertahan hidup dari serangan musuh hingga akhir. Sebelumnya, dia memang menyukai game-game bergenre first person shooter (FPS) seperti Point Blank dan Rules of Survival. “Dulu saya awal main game itu di konsol seperti PlayStation gitu. Setelah itu sempat main game di computer, dan sekarang ini lebih sering di-handphone,” jelasnya.

Pemuda berumur 21 tahun tersebut menambahkan, setelah memilih untuk menjadi profesional gamers di olahraga e-sport, bukan berarti perjalanan karirnya berjalan mulus. Banyak permasalahan yang sering ditemui di awal fokus untuk mengikuti kejuaraan PUBG Mobile, seperti permasalahan device atau handphone dan komunikasi antarpemain di tim. Namun, permasalah tersebut berhasil diatasinya dengan restu dan support dari orang tua. “Dulu itu device yang saya pakai masih Iphone 6s Plus, jadi gampang panas hingga terjadi frame drop. Tidak hanya itu, komunikasi antar-player juga penting. Setelah berganti device dan belajar komunikasi antarpemain, barulah kita ikut kejuaraan PUBG Mobile kembali,” ucapnya.

Dia mengaku bahwa kini telah tergabung ke dalam salah satu tim e-sport di Tulungagung. Dia telah berhasil mendapatkan 17 medali kejuaraan pada ajang kejuaraan PUBG Mobile tingkat kabupaten hingga provinsi. Tak hanya itu, dia juga sempat mewakili Tulungagung dalam kejuaraan provinsi (kejurprov) tahun 2022 pada ajang kejuaraan PUBG Mobile. Dari tergabung ke dalam tim dan memenangkan kejuaraan-kejuaraan tersebut, setidaknya dalam satu bulan mendapatkan kurang lebih sekitar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. “Itu belum dari bonus-bonus waktu dapat juara, Mas. Bisa lebih banyak lagi,” tutupnya. (mg2/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.