Semakin Dekat dengan Pembaca

Telat Bayar PBB, Denda Dua Persen

KOTA BLITAR –  Masyarakat Kota Blitar yang belum membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) harus segera melunasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memberikan toleransi batas waktu pelunasan hingga 31 Desember. Jika tak tertib, maka dikenakan denda sebesar 2 persen. Sebab, sebenarnya jatuh tempo pembayaran PBB pada 31 Oktober.

“Bagi yang sudah melunasi sebelum 31 Oktober, kami berterima kasih. Tapi, bagi yang belum agar segera melunasi,” kata Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar Widodo Saptono Johannes kepada koran ini, kemarin (30/11).

BPKAD memberikan batas waktu pembayaran PBB sampai 31 Desember. Pembayaran bisa secara online ataupun offline. Meski begitu, BPKAD tetap akan menagih kepada para WP yang belum melunasi pajaknya. “Tetap kami tagih hingga 31 Desember dengan denda 2 persen,” ujarnya.

Hingga per 31 Oktober lalu, nilai realisasi PBB-P2 sudah mencapai Rp 13,675 miliar dari target Rp 12,150 miliar, atau terealisasi sebesar 112,56 persen. Sementara untuk ketetapan bakunya baru terealisasi sekitar Rp 13,284 miliar, dari pokok ketetaptan sekitar Rp 14,460 miliar. “Capaiannya masih sekitar 91 persen,” terang pria ramah itu.

Sementara itu, untuk WP yang keberatan, BPKAD sudah menyelesaikan semuanya. Penyelesaian dilakukan pada Juni lalu. Pemkot berupaya untuk tetap menyelesaikan tanggungan, baik itu berupa permintaan keringanan dan keberatan. “Kami sudah bergerak turun lapangan. Termasuk mengecek secara faktual kondisi objek pajaknya. Kami ingin pastikan apakah objek yang ada berubah atau tidak,” ujar Widodo.

Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang potensial. Selain PBB, ada sejumlah pajak lainnya seperti pajak reklame, hingga pajak restoran dan hiburan. Manfaat pajak selama ini untuk pembangunan di Kota Blitar, baik fisik maupun nonfisik.

Menurut Wali Kota Blitar Santoso, pajak cukup penting bagi pembangunan daerah. Semakin lancar membayar pajak, juga makin memperlancar proses pembangunan di daerah. ”Makanya, bayar pajak dengan tertib. Manfaat dari pajak juga kita yang merasakan,” ujarnya.(sub/c1/wen)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.