Semakin Dekat dengan Pembaca

Teror Ular Welang di Trenggalek Satroni Rumah Dokter, Bakal Dilepasliarkan

Trenggalek – Teror ular berbisa masih membikin teror warga Bumi Menak Sopal khususnya di wilayah Kecamatan Kampak. Buktinya kemarin (9/1) Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trenggalek kembali mengevakuasi jenis ular welang yang masuk rumah warga di Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak.

Diketahui ular tersebut masuk ke rumah warga yang juga seorang dokter sekitar pukul 07.50. Butuh beberapa menit untuk mengevakuasi ular beracun tersebut. Sebah ketika sampai di lokasi petugas harus melakukan penyisiran di beberapa bagian rumah, sebab saat itu ular bersembunyi di bawah mesin cuci. “Butuh waktu untuk menemukan tempat persembunyian ular welang itu sebab kami mengira di tumpukan kardus, namun di bawah mesin cuci,” ungkap Plt Kepala Satpol PPK Trenggalek St. Triadi Atmono.

Dia melanjutkan, setelah mengetahui tempat persembunyian ular tersebut petugas langsung mengevakuasi. Itu dilakukan sebab butuh kehati-hatian dalam prosesnya, tujuannya agar ular tersebut tidak merasa terusik. Sebab jika ular tersebut merasa terusik, pastinya tidak segan-segan menyerang balik petugas hingga mematok. “Setelah berhasil mengevakuasi, ular itu langsung kami letakan di boks supaya lebih aman,” katanya.

Tidak berhenti sampai disitu, setelah mengamankan seekor ular petugas kembali melakukan penyisiran. Sebab ada kemungkinan masih ada ular lainnya yang bersembunyi. Itu didasari karena wilayah Kecamatan Kampak masih dekat dengan hutan, yang menjadi sarang berbagai jenis ular. Buktinya pada awal tahun ini petugas juga berhasil mengevakuasi ular king kobra yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

Untuk itu diharapkan masyarakat agar selalu berhati-hati, dan tidak lupa selalu menutup pintu rumah jika tidak dalam pengawasan. Sebab dimungkinkan lokais tersebut bisa jadi tempat masuk ular. Sedangkan saat ini ular tersebut diamankan pihak Satpol PP dan Damkar dan dalam waktu dekat akan dirilis kembali ke alam. “Sebelum melepas liarkan pastinya kami tidak sembarangan, sebab harus dipilihkan ke lokasi yang jauh dari pemukiman warga,” jelas Triadi. (jaz/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.