Semakin Dekat dengan Pembaca

Tempeli Rokok Ilegal Pita Bekas

KOTA BLITAR – Sejumlah modus dilakukan pengedar rokok ilegal demi melancarkan aksinya untuk mengelabui petugas. Salah satunya dengan cara memanfaatkan pita cukai bekas.

Modus tersebut terungkap saat aparat gabungan menggelar operasi barang kena cukai beberapa waktu lalu. Salah satu sasarannya adalah peredaran rokok ilegal. Selain merazia toko, mereka juga mengecek kantor jasa penitipan barang atau perusahaan jasa titipan (PJT) alias perusahaan ekspedisi.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Blitar Bambang Irawan mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu menggelar operasi gabungan bersama petugas bea dan cukai serta aparat terkait. Operasi menyebar di tiga wilayah. “Hasilnya, kami menemukan salah satu toko yang terindikasi mengumpulkan pita cukai bekas. Sedangkan di tempat jasa penitipan tidak ditemukan,” ungkapnya.

Saat itu, jelas Bambang, petugas bea dan cukai menemukan adanya pita cukai bekas di dalam toko kelontong di Kecamatan Sananwetan. Jumlah yang ditemukan tidak banyak. “Hanya satu pita yang ditemukan. Tetapi dari bea dan cukai mengindikasikan ada pengumpulan,” terangnya.

Selain itu, petugas juga menemukan rokok bodong yang ditempeli pita cukai palsu. Itu diketahui dari penempatan pita cukai yang keliru. Petugas langsung menyita pita cukai dari toko tersebut.

Penyitaan dilakukan guna menghindari pelanggaran. Jangan sampai pita cukai bekas itu disalahgunakan oleh pedagang. “Terkait sanksi dan lain sebagainya, itu kewenangan pihak bea dan cukai. Yang pasti ada aturannya tersendiri,” ujarnya.

Dia meminta kepada para pedagang untuk tidak menjual rokok ilegal alias bodong. Sebab, ada sanksi tegas bagi orang yang turut mengedarkan rokok bodong. “Pedagang harus hati-hati. Pilih rokok yang resmi. Yang ada pita cukainya. Kalau tidak ada, ya tolak saja daripada terkena sanksi,” tandasnya. (sub/c1/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.