Semakin Dekat dengan Pembaca

Tenaga Jupel Candi Penataran Minim, Perawatan Jadi Kurang Optimal

KABUPATEN BLITAR – Candi Penataran merupakan ikon bersejarah yang berada di Blitar. Namun, fasilitas keamanan di candi tersebut perlu ditingkatkan lagi.

Harapannya agar seluruh struktur bangunan candi aman. Salah satu wisatawan, Supardi mengungkapkan, salah satu fasilitas pengamanan di kompleks Candi Penataran masih berupa pagar besi. Seharusnya pagar berupa tembok. ”Apalagi jika temboknya dihiasi ukiran-ukiran yang menggambarkan ciri khas Candi Penataran. Tentu akan lebih cantik,” terangnya kepada Koran ini, kemarin (15/1).

Wisatawan asal Sulawesi Tengah itu tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, pencurian bagian-bagian dari struktur candi. “Terutama pada bagian dinding candi yang terdapat ukiran dan memiliki makna filosofi tersendiri,” kata pria berkacamata ini.

Menurutnya, keberadaan Candi Penataran menjadi bukti perjalanan manusia pada masa lampau. Hal tersebut menunjukkan adanya kegigihan manusia pada zaman dahulu. “Jika tidak ada candi ini, maka orang sekarang akan meragukan keberadaan orang di masa lampau,” ujarnya saat ditemui Koran ini, kemarin (15/1).

Di sisi lain, dia memuji perawatan Candi Penataran yang sudah baik. Namun, dia berharap tenaga jupel bisa ditambah lagi. Pasalnya, kompleks candi begitu luas. “Jumlah jupel yang terbatas tentu tidak bisa menjangkau seluruh bagian candi sehingga kurang optimal. Akibatnya, batu candi tidak bisa dibersihkan setiap hari. Terlebih ketika musim hujan, lumut pasti lebih mudah tumbuh karena lembap,” terang pria 52 tahun ini.

Wisatawan lain asal Madura, Wahyu mengatakan, pemeliharaan di Candi Penataran sudah dilakukan dengan sangat baik. Sebab, candi ini terlihat bersih dan tertata rapi. “Meskipun ada lumut yang masih menempel, tapi secara umum candi ini lebih baik daripada candi yang lain,” kata pria 40 tahun ini.

Berbicara mengenai sarana dan prasarana, Wahyu mengaku sudah lengkap. Namun, perlu perawatan dan pengembangan lebih lanjut. Misalnya, gazebo dan penanaman pohon rindang. “Sayangnya, candi yang bagus dan seluas ini sangat minim tempat rindangnya, sehingga setelah selesai keliling candi bingung tempat istirahat,” akunya.

Jupel Candi Penataran, Agus Setiono menyebutkan, ada delapan orang yang menjadi juru pelihara di Candi Penataran ini. Menurutnya, jumlah jupel di candi penataran terbatas. “Selama ini jupel bertugas sebagai pembersih candi, pengelola administrasi, dan penjaga malam. Perlu adanya penambahan jupel lagi, karena untuk ukuran candi yang luas ini kurang efektif jika hanya dilakukan oleh empat orang,” aku pria 44 tahun ini.

Mengenai pengadaan tanaman rindang, dia mengatakan, tanaman besar itu rawan merusak bangunan candi. Terutama pada bagian akarnya. Karena itu, pengelola candi tidak menambah fasilitas pohon. “Tanaman di samping pagar sengaja dipotong, sebab akarnya sudah merusak tanah di sekitar candi,” tandasnya. (mg1/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.