Semakin Dekat dengan Pembaca

Terancam Gagal Panen Karena Hama

KABUPATEN BLITAR – Selain cuaca ekstrim, hama juga menjadi musuh bagi petani. Pasalnya, hama tersebut mampu membuat tanaman petani gagal panen.

Miselan, petani Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan mengatakan, musim hu jan menjadi masalah jelang panen jagung. Pola tanam di sawahnya terhitung terlambat. Sebab, ha rusnya musim hujan seperti ini masih tanamjagung. ”Sawah sa ya tanami jagung dan gandum se cara bergantian,” ujarnya kemarin (1/1).

Dia mengaku, memberikan pupuk secara rutin. Selama proses pertumbuhan tanaman, dia memberikan pupuk dua kali. Pupuk yang dia gunakan adalah pupuk kimia dan organik. ”Saya memberikan pupuk campuran, pupuk organik, dan pupuk kimia saja. Jagung ini kalau tidak dikasih pupuk kimia nanti hasilnya kecil,” jelas pria tiga anak ini.

Miselan menjelaskan, tanaman jagungnya yang hendak panen ini banyak dimakan tikus sawah dan ditumbuhi jamur.

Hal ini menyebabkan banyak tanaman jagung miliknya rusak. ”Tidak gagal panen, tapi hasilnya berkurang,” papar pria 58 tahun ini.

Lanjut dia, jagung yang dihasilkan termasuk jagung super. Artinya biji jagung miliknya berukuran besar. Sebab, dia menggunakan benih unggul saat menanam. Sayangnya, menjang panen seperti ini harus terserang hama jamur dan tikus sawah.

Dia mengaku telah menggunakan berbagai cara untuk mencegah munculnya hama. Saat musim hujan, sebenarnya hama jamur bisa diantisipasi. Yakni, dengan mengupas kulit pada batang tanaman. ”Karena beberapa hari terakhir sering hujan deras, jadi belum sempat mengupas, jamurnya sudah tumbuh hingga ke atas,” keluhnya.

Selain itu, Miselan juga menggunakan obat tikus untuk membasmi hama tikus sawah. Namun, obat tersebut tidak bekerja secara maksimal. Sebab, masih banyak ditemukan batang tanaman jagung yang dimakan tikus sawah. ”Kalau di tengah tidak ada yang dimakan tikus, tapi yang ditepi ini banyak yang dimakan tikus,” akunya.

Dia menunjukkan, tanaman yang ditumbuhi jamur, biji jagungnya berwarna pucat. Sementara jika tanaman jagung sehat, warnanya orange pekat. Selain itu, tanaman jagung sehat ukurannya lebih besar. ”Kalau jagung yang sudah ditumbuhi jamur, itu ukurannya tetap kecil meskipun sudah tua,” katanya.

Miselan menyebutkan, panen kali ini akan lebih sedikit daripada sebelumnya. Sebab, lebih dari setengah sawahnya, tanaman jagung ditumbuhi jamur. Kalau sudah ditumbuhi jamur, harganya lebih murah. ”Biasanya kalau jagung rusak harganya kurang dari setengah harga jagung yang baik,” tandasnya. (mg1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.