Semakin Dekat dengan Pembaca

Terbebas Korona, Penghuni Rusunawa Tulungagung Meningkat

Tulungagung- Tren penghuni di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) terus meningkat lepas dua tahun pagebluk melanda. Pengelola belum berniat menambah biaya sewa, dengan konsekuensi juga tidak akan ada penambahan fasilitas pada tahun ini.

Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tulungagung, Harinto Triyoso membeberkan, terjadi peningkatan jumlah penghuni Rusunawa Tulungagung setelah dua tahun pandemi Covid-19. Hal itu tampak dari blok barat rusunawa yang sudah terisi penuh 74 penghuni, meski blok timur yang memiliki kapasitas 42 penghuni belum terisi sepenuhnya. “Posisi selama dua tahun pandemi, penghuninya memang berkurang dari dua blok tersebut, tapi sekarang mulai terisi,” jelas Rinto, sapaan akrab pria tersebut.

Keberadaan rusunawa ini menjadi jawaban kepada masyarakat perkotaan yang tidak mampu untuk membeli rumah atau yang ingin tinggal untuk sementara waktu.
Dia memastikan, meskipun tren penghuni mulai naik, tetapi belum ada rencana untuk menaikkan harga sewa. Masih sama seperti awal, sewa rusunawa berkisar antara Rp 300 ribu sampai Rp 225 ribu setiap bulan.
Pengelola rusunawa menyadari betul masyarakat sedang mengalami kondisi yang sulit pada tahun-tahun ini. Karena itu, rencana kenaikan sewa urung dibicarakan lebih lanjut. “Kalau sewa dinaikkan dalam kondisi sulit, kita malah kerepotan mencari penghuni nantinya,” jelasnya.

Di satu sisi, para penghuni harus rela jika tidak ada rencana penambahan fasilitas di tahun 2023 ini. Dengan ebgitu, kini rusunawa masih mengandalkan fasilitas yang sudah ada yakni taman, ruang terbuka hijau, fasilitas bermain, sampai tempat parkir. Pengelola yakin fasilitas yang ada sekarang sudah terbilang layak dan memadahi untuk kebutuhan seluruh penghuni rusunawa.

“Fasilitas di dalam kamar dalam kondisi baik-baik saja. Beberapa waktu lalu, semua korden sudah dicuci,” ungkapnya.
Demi penambahan kapasitas, lanjut dia, sebenarnya selalu ada usulan penambahan blok setiap tahun. Termasuk tahun ini usulan tersebut dilayangkan, karena dua tahun terakhir memang usulan penambahan blok selalu dimentahkan.

“Kita inginnya tambah blok setiap tahun, tapi kemarin pada posisi pandemi sehingga usulan kita mandek. Namun, kita tetap usulkan untuk penambahan,” pungkasnya. (nul/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.