Semakin Dekat dengan Pembaca

Terlalu Lama Pisah dengan Istri, Bapak Tega Setubuhi Anak hingga Hamil

TULUNGAGUNG – Tidak ada yang menduga, seorang bapak berinisial RS warga Kecamatan Tulungagung menyetubuhi anaknya sendiri masih di bawah umur. Dia ditangkap polisi dan diketahui korban kini mengandung anak pelaku.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mohammad Anshori mengatakan, faktor mempengaruhi perbuatan pelaku yakni sudah lama berpisah dengan istri. Sedangkan keseharian pelaku hanya bekerja sebagai tukang rosok. Diduga saat peristiwa persetubuhan itu, pelaku sedang tidak bisa menahahan nafsunya.

“Korban sebut saja Bunga harus menjadi sasaran pelampiasan nafsu pelaku RS ini. Tercatat pelaku sudah tiga kali memperkosa korban yang dilakukan di rumah. Bahkan awal pemerkosaan itu pada Juli 2022 dan terakhir dilakukan oleh pelaku pada 20 November,” kata Anshori, kemarin yang dihubungi melalui telepon.

Dia menjelaskan, bila perbuatan bejat pelaku itu, dapat terungkap setelah ibu korban mendapati gelagat aneh pada anaknya. Ibu Bunga sering mendapati anaknya  tiba-tiba menangis tanpa alasan. Ibu korban lantas berusaha untuk mengulik penyebab gegalat aneh ditunjukkan anaknya itu.

Hingga akhirnya, Bunga dapat menceritakan dan mengaku telah lama atau beberapa hari telat  menstruasi. Korban menceritakan jika dia sudah diperkosa pelaku sebanyak tiga kali. Setelah itu dia langsung diperiksakan kondisinya dan terungkap korban sedang hamil akibat perbuatan dilakukan bapak bejatnya.

“Ibu korban tentu tidak terima, dia langsung melaporkan kasus tersebut ke Polres Tulungagung. Petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku. Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung,” terangnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, modus kasus ini yakni awalnya meminta tolong kepada korban untuk membelikan rokok. Setelah itu, korban disuruh masuk ke kamar tersangka, hingga akhirnya terjadi aksi pemerkosaan. “Atas perbuatanya, pelaku dijerat Undang Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam dengan hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.(jar/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.