Semakin Dekat dengan Pembaca

Terus Berkarya, Bagus Putu Parto Launching Buku Rumah Sejarah

KABUPATEN BLITAR – Momen hangat pada hajatan keluarga selalu menjadi kesempatan bagi pasangan seniman Bagus Putu Parto dan Endang Kalimasada untuk bersua dengan pelaku seni yang sudah menjadi bagian dari kehidupan keduanya. Seperti Rabu ( 22/6) lalu, selain momen merayakan ulang tahun putra keduanya, Wijaya Kusuma yang ke-17, sekaligus me-launching buku Rumah Sejarah karya Bagus Putu Parto.

Pasangan ini selalu produktif menerbitkan buku. Belum lama, buku Perahu Perak terbit pada 5 Mei 2021. Selanjutnya, pada 17 Juli 2021 terbit buku Biografi Tepung yang menjadi kado untuk 25 tahun usia perkawinan keduanya serta penanda usia 50 tahun, Endang Kalimasada.

Kemarin, buku Rumah Sejarah ini menjadi penanda 55 tahun Bagus Putu Parto. “Buku ini menjadi sebuah penanda jalan berkesenian di rumah budaya Kalimasada. Saya sengaja menuliskannya supaya tidak terjadi pemalsuan sejarah yang belakangan marak terjadi,” kata Bagus Putu Parto kepada Koran ini, di rumah kediamannya di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro.

Buku 94 halaman ini menceritakan tentang gerakan kesenian di Blitar. Khususnya gerakan kesusastraan di Istana Gebang yang diawali sejak 1995 lalu, serta sejarah pencetusan dan penggalian gagasan Grebeg Pancasila. Event ini juga yang kemudian menjadi embrio ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Setelah pada 1 Juni 2015 lalu, Presiden RI Joko Widodo hadir dalam event yang ikonik di Blitar ini.

“Buku ini untuk melawan lupa, agar catatan–catatan yang otentik, yang selama ini tersimpan sebagai kliping dan sudah berusia 22 tahun tidak hilang dimakan kutu. Pendokumentasian dalam buku kan juga memperpanjang usia, selain itu mempermudah peneliti dan generasi mendatang dalam membaca sejarah Grebeg Pancasila,” tegas seniman yang akrab disapa Bagus ini.

Sebagaimana hajatan sekaligus pesta rakyat yang berlangsung di rumah nan asri di Kanigoro Blitar ini, suasana hangat sangat terasa. Berbagai kalangan melebur. Baik dari pejabat, pelaku media, teman bersosial, pun para seniman yang datang dari berbagai daerah yang meramaikan parade gurit pada launching antologi Guritan WAH.

Pada kesempatan kemarin, hadir juga Direktur Radar Tulungagung Aris Sudanang didampingi General Manager Andrian Sunaryo yang memberikan tanda mata untuk tenger 17 tahun Wijaya Kusuma.

“Anda lahir di bulan yang banyak tokoh dan momen spesial lahir, yakni di Bulan Juni. Salah satunya, Bapak Presiden Joko Widodo. Maka, semoga juga sukses untuk Ananda Wijaya Kusuma, menjadi putra kebanggaan Mas Bagus dan Mbak Endang,” harap Aris Sudanang. (tin/c1/ady)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.