Semakin Dekat dengan Pembaca

Tetap Waspada, Dua Palang Pintu di Tulungagung Belum Bisa Difungsikan Saat Nataru

TULUNGAGUNG – Pintu perlintasan kereta api (KA) di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, hingga kini belum siap difungsikan. Itu lantaran harus menunggu selesainya pintu perlintasan di Desa Plosokandang. Dimungkinkan, nantinya palang pintu tersebut akan difungsikan secara bersamaan.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Panji Putranto mengatakan bahwa hingga kini masih melakukan pembangunan palang pintu perlintasan KA di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Diperkirakan, bangunan tersebut selesai pada pertengahan Desember ini lantaran sekarang telah mencapai 70 persen. Apalagi, pengerjaan palang pintu perlintasan hanya tinggal finishing.

“Jadi, ketika pembangaun perlintasan KA dan pos jaga selesai, kami akan melaporkan ke Direktorat Jendral Perkeretapian. Namun, rekomendasi pembangunan sudah terbit sebelum dibangun. Kami juga harus mengirim petugas penjaga untuk didiklat di Madiun,” ujar Panji, ketika ditemui di kantornya.

Pihaknya belum berani membangun palang pintu KA bila rekomendasi dari Dirjen Perkeretaapian belum turun. Tahun 2022 ini memang ada dua perlintasan yang diajukan dishub. Yaitu, perlintasan Desa Ketanon lantaran adanya kecelakaan, serta di Desa Plosokandang dekat Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah karena kepadatan arus lalu lintas di perlintasan tersebut.

Kemudian pada tahun depan, pihaknya juga akan mengajukan dua hingga empat lokasi untuk pembangunan palang pintu perlintasan KA. Pengajuan itu dilakukan sekitar akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023 dengan berkunjung ke Kementerian Perhubungan. Jadi, pihak kementerian akan melakukan survei lokasi usai pengajuan tempat palang pintu KA tersebut. “Namun, lokasi yang akan diajukan masih akan kami lakukan survei setelah pembangunan palang pintu perlintasan KA di Desa Plosokandang dan Desa Ketanon selesai. Kami belum bisa memastikan kapan kedua perlintasan itu dapat beroperasi,” ungkapnya.

Hal itu lantaran perlintasan di Desa Plosokandang masih belum bagus sehingga butuh koordinasi dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) untuk melandaikan aspal di sekitar rel. Dengan begitu, nantinya perlintasan KA bisa sesuai standar Direktorat Jendral Perkeretaapian. “Selama palang pintu perlintasan belum selesai dibangun dan petugas jaga belum melakukan pelatihan di Politeknik Kereta Api, kami belum bisa memfungsikan palang pintu tersebut,” pungkasnya.(jar/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.