Semakin Dekat dengan Pembaca

Tidak Boleh Bangun Gapura, Program RT KEREN Kota Blitar Tahun Ini

KOTA BLITAR– Program RT KEREN Pemerintah Kota (Pemkot) berlanjut tahun ini. Pemkot telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 32.5 miliar untuk pelaksanaan program tersebut.

Besaran anggaran tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Hanya ada tambahan sekitar Rp 300 juta untuk RT yang tahun menjadi juara 1, 2 dan 3 dalam ajang RT KEREN Award. “Itu sesuai komitmen kami. Bagi RT yang berhasil juara kami beri dana tambahan,” terang Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Blitar Parminto kepada Koran ini kemarin (9/1).

Dia menjelaskan, dana tambahan yang diberikan berbeda sesuai tingkat juara. Juara 1 mendapat dana tambahan sebesar Rp 50 juta. Kemudian juara 2 dan juara 3 masing-masing mendapat Rp 35 juta dan Rp 15 juta. ”Sedangkan untuk RT lain masih sama, yakni Rp 50 juta,” jelas pria ramah ini.

Dana RT KEREN tersebut sudah dianggarkan di masing-masing Kelurahan. Sesuai aturan, kelompok masyarakat (pokmas) sudah bisa memanfaatkan tersebut untuk kegiatan fisik maupun non fisik. Artinya, pelaksaaan kegiatan sudah bisa dimulai meskipun pendamping masih dalam proses seleksi.

Menurut Parminto, hal tersebut tidak menjadi masalah berarti. Sebab, pelaksana program RT KEREN yaitu pokmas. “Sementara itu, pendamping tugasnya hanya mendampingi. Jadi pokmas mulai sekarang sudah bisa menjalankan kegiatannya,” ujarnya.

Meskipun begitu, ada beberapa ketentuan yang harus ditaati dalam melaksanakan program RT KEREN. Di antaranya, objek kegiatan yang dilakukan harus mendukung program pemerintah seperti mengatasi masalah lingkungan kumuh dan pengembangan pontensi kelurahan.”Nanti segera kami kumpulkan kelurahan-kelurahan untuk membahas kegiatan apa saja yang dilaksanakan pada program RT KEREN. Harapanya bisa fokus dan tematik sesuai potensi yang ada di kelurahan,” jelasnya.

Namun, ada satu kegiatan yang sementara tidak boleh dikerjakan. Yakni, pembangunan gapura. Pasalnya, pembangunan gapura harus mempertimbangkan kondisi jalan. “Jangan sampai gapura yang dibangun malam mempersempit akses jalan. Karena itu, pada 2023 untuk pembangunan gapura tidak diizinkan,” tandasnya. (sub)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.