Semakin Dekat dengan Pembaca

Tiga Jembatan Baru Bersifat Darurat, Pemkab Trenggalek Masih Usulkan Pembangunan Permanen

Trenggalek – Masyarakat Bumi Menak Sopal tampaknya harus bersabar untuk melewati tiga jembatan yang diresmikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) kemarin (23/1). Pasalnya, pembangunan jembatan yang rusak akibat bencana sekitar Oktober 2022 tersebut hanya menggunakan sistem bailey.

Hal tersebut terjadi lantaran anggaran dana tidak terduga (BTT) dari Pemprov Jatim untuk membangun jembatan tersebut hanya sekitar Rp 5 miliar. Karena itu, jembatan tersebut sifatnya hanya sementara dan tidak diperuntukkan bagi kendaraan besar. Ketiga jembatan yang dimaksud adalah Jembatan Mukus, Jembatan Bendoroto, dan untuk Jembatan Kedung Kujang hanya penguatan fondasi. “Saya tengah menyiapkan program strategis, makanya akses yang tertutup akibat longsor harus segera dibuka,” ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Dia melanjutkan, itu terjadi lantaran saat ini telah dilakukan pembangunan bandara di Kediri. Rencananya, koneksitas tidak hanya nasional, tetapi juga internasional. Dengan demikian, untuk bisa menemukan objek wisata strategis itu akan menjadi kebutuhan baru. Hal tersebut ditambah dengan pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung yang menunggu penetapan lokasi (penlok). Jika semua itu selesai, koneksitas ke Trenggalek akan sangat ter-support dengan transportasi udara dan dilanjutkan dengan tol. “Dengan demikian, pastinya pariwisata yang menjadi kekuatan Trenggalek. Insya Allah akan menjadi bagian strategis pengembangan daerah. Jadi, titik-titik strategis ini akan menjadi bagian penting untuk membangun konektivitas sentra-sentra ekonomi baru,” katanya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (PUBM) Provinsi Jatim, Edy Tambeng Widjaya menambahkan, beberapa waktu yang lalu ada infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang yaitu tiga jembatan tersebut. Kemudian, pemkab memberikan usulan untuk membantu pembangunannya yang disetujui gubernur. Dengan pembangunan jembatan tersebut, meski hanya bailey tetapi bisa membantu akses ekonomi warga.

Kedua jembatan bailey yaitu Jembatan Mukus dan Bendoroto hanya bisa dilalui kendaraan dengan kapasitas maksimal 10 ton. Lalu, pada Jembatan Kedung Kujang bukan pemasangan jembatan bailey, tetapi hanya penguatan fondasi. “Dengan pembangunan jembatan bailey ini, nantinya jika jembatan permanen telah dibangun, jembatan bisa dipindahkan untuk membangun jembatan lain di Trenggalek yang nasibnya serupa,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin menjelaskan, rata-rata pembangunan jembatan tersebut merupakan lokasi yang sangat vital bagi perekonomian warga. Dari situ, nantinya pemkab akan mengusulkan pembangunan jembatan permanen kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Semoga jembatan permanen bisa segera dibangun, kendati jembatan darurat ini bisa digunakan sebagai akses warga,” jelas Ipin.(jaz/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.