Semakin Dekat dengan Pembaca

Tolak RUU Kesehatan Omnimbus Law, Nakes Bagi Bunga

KOTA BLITAR – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) dari berbagai organisasi profesi se-Blitar Raya turun ke jalan, kemarin (28/11). Mereka melakukan aksi damai dengan bagi-bagi bunga mawar kepada pengguna jalan.

Aksi yang dipusatkan di depan Alun-Alun Kota Blitar itu sebagai bentuk protes terhadap Undang-Undang (UU) Omnimbuslaw tentang kesehatan. Para nakes tersebut menolak UU tersebut karena dianggap merugikan. “Ini bentuk pernyataan sikap kami terkait penolakan Omnimbuslaw UU Kesehatan,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi dr Puspa Wardana, kemarin (28/11).

Puspa mengungkapkan, ada 12 sikap penolakan terhadap omnisbuslaw UU Kesehatan. Di antaranya, penyusunan RUU Omnimbuslaw kesehatan cacat prosedur karena dilakukan secara tertutup tanpa partisipasi masyarakat dan organisasi profesi. Sarat kriminalisasi terhadap nakes. “Di situ dimasukkan pidana dan denda yang dinaikkan hingga tiga kali lipat,” terangnya.

RUU tersebut, lanjut dia, juga dinilai mengancam keselamatan rakyat dan hak rakyat atas pelayanan kesehatan. Lalu, mempermudah mendatangkan nakes asing yang berpotensi mengancam keselamatan pasien. “Adanya pelemahan peran dan indepedensi konsil kedokteran Indonesia dan konsil nakes Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kekurangan nakes dan permasalahan maldistrbusi adalah kegagalan pemerintah dan bukanlah kesalahan organisasi profesi. RUU Omnimbus law mangabaikan hak masyarakat atas fasilitas pelayanan kesehatan yang layak, bermutu dan manusiawi. “Kami harap ada revisi dari RUU Kesehatan Omnimbus law. Rabu (30/11) kami rencana bertemu dengan DPRD Kota Blitar untuk dengar pendapat,” tandasnya.

Aksi yang digelar sekitar pukul 08.00 itu berjalan aman dan lancar. Sejumlah aparat gabungan mengamankan aksi di sekitar lokasi. Aksi bagi-bagi bunga yang dilakukan nakes itu dilakukan serentak di sejumlah daerah di Indonesia. (sub)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.