Semakin Dekat dengan Pembaca

TPI Tambakrejo Butuh Kejelasan

KOTA BLITAR – Pungutan retribusi di tempat pelelangan ikan (TPI) Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, tak kunjung menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menyebut, tak punya wewenang soal retribusi lantaran area dan aset sepenuhnya milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar Toha Mashuri membenarkan, penarikan retribusi di lokasi tersebut belum bisa dilakukan. Meski sebelumnya pemkab dan pemprov sudah sempat berkoordinasi terkait operasional, tetapi urung ada kejelasan. Terkini, TPI dimanfaatkan secara cuma-cuma oleh nelayan.

“Karena aset provinsi, kami tak bisa memungut retribusi di TPI walaupun sebenarnya berpotensi jadi sumber PAD (pendapatan asli daerah) yang cukup besar,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, TPI Tambakrejo mulai beroperasi sejak 2017 lalu. Pemkab dan pemprov yang tidak bisa melakukan penarikan retribusi, menjadi akar persoalan. Dari sisi pemprov, tidak bisa menarik retribusi lantaran itu wilayah pemkab. Di sisi lain, pemkab juga tak bisa berbuat banyak lantaran aset tersebut milik provinsi. Karena itu, bakal lahir permasalahan baru apabila salah satu pihak memaksakan memungut retribusi tanpa regulasi yang jelas.

Toha -sapaan akrabnya- menambahkan bahwa masih menunggu kebijakan terbaru soal nasib retribusi di TPI. Praktis, belum bisa dipastikan kapan pemkab atau pemprov menerapkan pungutan pajak. Bahkan, tahun ini diprediksi belum ada pengoperasian aktivitas pengambilan retribusi. Alasannya masih membahas persiapan pengelolaan di TPI.

“Kami sudah kirim surat ke provinsi agar bisa kerja sama untuk pengelolaan TPI. Tapi, provinsi masih cari aturan tepat agar jangan sampai jadi kesalahan,” jelasnya.

Sebelumnya, pemkab sudah menggelontorkan anggaran sekitar Rp 14 miliar untuk pembangunan TPI Tambakrejo. Namun, bidang kelautan yang awalnya diurus pemkab berubah menjadi kewenangan provinsi. Itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda) Bidang Kelautan.

Menilik potensi perolehan perikanan laut tangkap, Pantai Tambakrejo menjadi wilayah penyumbang produksi ikan terbanyak. Yakni, sebesar 90 persen. Itu lebih tinggi jika disejajarkan dengan perolehan ikan di pantai lainnya. Seperti, Pantai Serang, Kecamatan Panggungrejo, serta Pantai Jolosutro dan Pantai Gurah Bahari, Kecamatan Wates.

Termasuk saat produksi perikanan laut tangkap tertinggi pada 2019 lalu, yakni sekitar 3.500 ton, sumbangan terbesar masih dari Pantai Tambakrejo. Alhasil, tak ayal apabila retribusi diaktifkan akan berdampak besar pada perolehan PAD. “Tentunya kami berharap agar ada kesepakatan untuk segera dikelola,” tandasnya. (luk/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.