Semakin Dekat dengan Pembaca

Tradisi Asli, Pemkab Blitar Gelar Jamasan Gong Kyai Pradah

SUTOJAYAN, Radar Blitar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menggelar siraman atau jamasan Gong Kyai Pradah, kemarin (21/10). Kegiatan ritual jamasan ini menjadi salah satu tradisi budaya yang selalu dilestarikan setiap tahunnya. Kendati digelar secara terbatas, momentum gelaran tradisi budaya tersebut tetap berjalan dengan lancar.

Ritual jamasan Gong Kyai Pradah diikuti langsung oleh Wakil Bupati Blitar Rahmat Santosa. Didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar Izul Marom, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto, dan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga (Disparbud) Kabupaten Blitar Suhendro Winarso.

Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso mengatakan, prosesi jamasan Gong Kyai Pradah merupakan salah satu tradisi budaya asli Kabupaten Blitar. Sehingga, Pemkab Blitar perlu melestarikan budaya jamasan Gong Kyai Pradah tersebut. Untuk itu, gelaran jamasan yang selalu diselenggarakan secara rutin setiap 1 Syawal atau Robiul Awal.

“Alhamdulillah untuk kegiatan ritual jamasan hari ini (kemarin, Red) bisa berjalan dengan lancar. Ini merupakan salah satu tradisi budaya dari Bumi Bung Karno yang memang harus dilestarikan setiap tahunnya,” ujarnya.

Rahmat menegaskan, kegiatan jamasan Gong Kyai Pradah harus digelar secara terbatas. Itu karena, sampai dengan saat ini pandemi Covid-19 masih belum hilang. Sehingga kegiatan ritual jamasan ini harus terbatas tanpa mengurangi sakralnya ritual tersebut.

“Memang ada perubahan antara tahun – tahun sebelumnya dengan saat ini, karena kondisi pandemi. Untuk itu jamasan Gong Kyai Pradah kita gelar terbatas, dengan protokol kesehatan ketat. Tapi insyaallah tidak mengurangi inti dari kesakralan ritual ini,” terangnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.