Semakin Dekat dengan Pembaca

Trenggalek Masih Jadi Pasar Narkoba, 16 Orang Direhabilitasi

Trenggalek – Sinergitas guna proses penanggulangan narkotika,psikotropika, dan obat terlarang (narkoba) di wilayah Kota Keripik Tempe harus dilakukan berbagai pihak. Pasalnya, pada tahun kemarin (2022), wilayah Trenggalek belum bisa dikatakan bebas dari bahaya obat terlarang tersebut.

Ini terlihat berdasarkan data yang ada di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Trenggalek. Pada 2022 lalu, ada 14 klien yang menjalani rehabilitasi narkoba. Kebanyakan orang tersebut ditangkap atas penggunaan narkoba jenis sabu-sabu dengan barang bukti di bawah 1 gram. Dengan kondisi tersebut, mereka belum bisa dikatakan sebagai pengedar, dan hanya sebatas pengguna. “Sebenarnya yang menjalani rehabilitasi di sini ada 16 klien. Namun, dua di antaranya berasal dari luar daerah yaitu Pacitan dan Solo, Jawa Tengah,” ungkap Kepala BNNK Trenggalek David Henry Andar Hutapea.

Dia melanjutkan, klien di Trenggalek kebanyakan berasal dari wilayah Kecamatan Watulimo. Itu terlihat di kecamatan pesisir laut Jawa tersebut terdapat enam klien yang tersebar di empat desa. Nama desa tersebut seperti Desa Tasikmadu dan Sawahan masing-masing dua klien, serta Desa Karanggandu dan Prigi masing-masing satu klien. Jumlah tersebut disusul Kecamatan Pogalan dengan empat klien, seperti di Desa Bendorejo dan Ngetal masing-masing satu klien, serta di Desa Gembleb. Ditambahkan juga, ada di Kecamatan Karangan di Desa Karangan dan Sukowetan, Kecamatan Tugu di Desa Nglinggis, juga Kecamatan Panggul di Desa Wonocoyo. “Untuk di Kecamatan Karangan, Tugu, dan Panggul itu masing-masing satu klien tiap desa,” katanya.

Tak ayal kondisi tersebut melebihi target jumlah klien rehabilitasi yang telah dicanangkan. Itu seperti target rehabilitasi klinik ada 10 klien, terealisasi 10 klien, juga ada target rehabilitasi intervensi berbasis masyarakat (IBM) atau yang diawasi para masyarakat yang menjadi relawan BNNK dari lima klien, dan terealisasi enam kilen. Selain melakukan rehabilitasi, BNNK telah mengungkap satu kasus peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu dan berhasil mengamankan dua tersangka warga Tulungagung.

Penangkapan tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Durenan pada Jumat (25/2/2022) lalu dengan barang bukti satu paket sabu-sabu sebesar 1,65 gram. Kedua tersangka tersebut akan dijerat hukuman berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

Hal tersebut bisa sebagai pengingat bahwa para pelaku pengedar narkoba tidak pernah meninggalkan wilayah Trenggalek sebagai pasarnya. “Pastinya tindakan pencegahan akan terus kami lakukan, seperti bekerja sama dengan lintas sektor untuk melakukan tes urine dan sebagainya,” jelas David. (jaz/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.