Semakin Dekat dengan Pembaca

Tulungagung Kembali Lestarikan Budaya Dengan Sukses Gelar Event Lakon Ketoprak

KOTA, Radar Tulungagung- Event kebudayaan komunitas Bulan Ndadari telah masuk pada bulan keempat. Pergelaran ketoprak dengan cerita terkenal Ande-Ande Lumut dipilih untuk dibawakan. Ke depan, kolaborasi berbagai komunitas seni dan budaya di Tulungagung ditargetkan.

Seniman sekaligus Ketua Panitia Event Bulan Ndadari yang keempat, Setyo Hadi menerangkan, cerita yang dibawakan dalam pergelaran ketoprak di Lotus Garden Café tersebut adalah cerita rakyat Ande-Ande Lumut. Salah satu cerita Panji Asmarabangun yang menyamar sebagai Ande-Ande Lumut, diceritakan sebagai anak dari Mbok Randa Karang Wulusan yang berkeinginan mencarikan anaknya jodoh. Latar belakangnya adalah karena Ande-Ande Lumut sudah dalam kurun waktu lama belum juga mendapatkan jodohnya.

“Mbok Rondo Karang Wulusan ingin mencarikan jodoh Ande-Ande Lumut. Akhirnya membuat sebuah audisi dengan peserta para klenting yang datang, seperti Klenting Abang, Klenting Kuning, Klenting Ijo, sampai Kleting Biru,” jelas Hadi, sapaan akrab pria tersebut.

Dia  menegaskan, pergelaran yang dilaksanakan pada Sabtu (21/1) malam kemarin murni sebuah pertunjukan untuk masyarakat. Sebelum para pemain ketoprak manggung, seni tari dibawakan oleh pelajar di Tulungagung dengan judul tarian Barong Gung, yang merupakan karya dari seniman Tulungagung bernama Bimo Wijayanto. Di belakangnya, kelompok karawitan Cahyo Yuwono yang diisi oleh ibu-ibu juga menjadi hal baru yang coba dikenalkan melalui sebuah pergelaran.

Menurut dia, event kebudayaan seharusnya dilaksanakan secara rutin setiap bulan, termasuk oleh Komunitas Bulan Ndadari. Karena berbagai potensi seni dan budaya yang dimiliki harus terus dikembangkan, seperti penari, pembatik, dan sebagainya. Harapannya dalam jangka panjang bisa menjadi agenda budaya di Tulungagung. Bisa saja dilaksanakan sebuah pergelaran seni dan budaya hasil kolaborasi dari berbagai macam komunitas.
“Tidak menutup kemungkinan sebuah kolaborasi dengan komunitas lainnnya. Itu sangat bisa dilakukan, karena setiap bulan event-event budaya tetap akan dilaksanakan oleh komunitas Bulan Nadadari,” terangnya.
Dia mengatakan, sebenarnya seni maupun budaya yang bisa ditampilkan setiap bulannya sangatlah luas. Seperti event sebelumnya yang dikemas sebagai musik dan tari, serta mengundang salah satu band pelajar di Tulungagung dan berbagai pertunjukan lainnya. (nul/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.