Semakin Dekat dengan Pembaca

UMK Trenggalek Terendah Keempat di Jatim, Kok Bisa?

TRENGGALEK – Pemberi kerja dan pekerja di Bumi Menak Sopal, harus puas dengan penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun depan (2023).

Pasalnya, dipastikan besaran UMK di Trenggalek naik lebih besar dari pengusulan yang dilakukan oleh Pemkab Trenggalek.

Ini terlihat berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur (Jatim) nomor 188/889/KPTS/013/ 2022 tentang UMK di Jatim 2023.

Dari SK tersebut diputuskan UMK Trenggalek sebesar Rp 2.139.326, 01. Sehingga dengan SK tersebut, kenaikan UMK lebih besar sekitar Rp 55.138,84 dari usulan Rp 2.084.287,17.

Sehingga ada kenaikan sekitar 10 persen dari UMK tahun ini Rp 1. 944.932,74.

“Pastinya gubernur memiliki pertimbangan lain, hingga menerapkan UMK sebesar itu, sebab usulan yang kami lakukan tidak sebesar itu,” ungkap Kabid Hubungan Industrial Dinas Perlindungan dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Trenggalek Sujiati.

Dia melanjutkan, dengan begitu hampir sama seperti tahun sebelumnya, UMK di Trenggalek merupakan nomor empat terendah di Jatim.

Itu terjadi sebab usulan UMK tetap sama mempertimbangkan besaran UMK tahun sebelumnya. Tujuannya agar tidak ada perubahan terlalu mencolok dari penetapan sebelumnya.

“Karena itu dalam melakukan usulan UMK kami telah melakukan rapat bersama dewan pengupahan, sehingga usulan tidak sebesar penetapan, tetapi kebijakan dari Bu Gubernur naiknya 10 persen,” katanya.

Sehingga setelah ditetapkan, besaran UMK tersebut wajib dilakukan oleh pemberi kerja pada awal tahun depan.

Sebab tahun depan tidak diberlakukan penangguhan UMK seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sehingga kendati sudah kesepakatan antara pekerja dan pemberi kerja tentang besar upah yang diterima, hal tersebut bukan menjadi alasan tidak membayar upah di bawah UMK.

“Dari situ ketika penetapan UMK tersebut berlaku, kami akan melakukan monitoring tentang masih adakah upah di bawah UMK yang diberikan di Trenggalek,” jelas Suji. (jaz/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.