Semakin Dekat dengan Pembaca

Upah Minim Guru Honorer, Keuangan Daerah Jadi Ganjalan Kesejahteraan Honorer

Tulungagung – Ribuan guru lulusan sarjana strata 1 (S-1) masih berstatus honorer atau non-PNS. Upah dari guru dengan status tersebut hanya berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu. Jika mengacu berdasarkan kelayakan, seharusnya upah guru berstatus honorer besarannya sama dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Tulungagung.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Ardian Candra mengatakan, setidaknya ada sekitar 1.500 guru dengan ijazah S-1 berstatus honorer. Sebab, terdapat beragam faktor yang memengaruhi, meliputi kebutuhan guru dan lama mengajar. “Yang belum PNS atau masih non-PNS ada 1.500-an guru. Mereka itu semuanya lulusan S-1,” jelasnya kemarin (22/1).

Disinggung ihwal adanya keluhan upah minim dari profesi guru honorer, dia mengaku belum terdapat keluhan dari ribuan guru honorer secara resmi perihal besaran upah yang didapat. Namun, jika secara lisan, pihaknya kerap mendapatkan keluhan mengenai kesejahteraan dari profesi guru tersebut. “Kalau secara resmi memang belum ada. Tetapi kalau secara lisan memang manusiawi, pasti ada keluh kesah terkait besaran honor yang mereka terima,” ucapnya.

Diketahui, besaran upah guru dengan status honorer jauh dari UMK. Mengetahui hal ini, pihak kedinasan serta Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tulungagung telah berusaha untuk memberikan tambahan upah melalui insentif. “Dari kenyataan tersebut, sebenarnya dinas dan pemkab tidak menutup mata perihal upah dari guru non-PNS itu. Dengan berusaha membantu kesejahteraan agar lebih baik, meskipun besarannya jauh dari apa yang kita harapkan bersama,” paparnya.

Insentif yang diberikan kepada guru honorer tersebut hanya untuk mengganti biaya akomodasi selama mengajar atau sekitar Rp 300 ribu. Minimnya besaran insentif yang diberikan tersebut lantaran terkendala kemampuan keuangan daerah. “Ya besarannya masih jauh lah, karena terkendala kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.

Disinggung perihal upah yang pantas bagi profesi guru baik PNS maupun honorer, dia mengaku, jika berdasarkan kelayakan, pihaknya akan mengacu UMK Kabupaten Tulungagung yaitu lebih Rp 2 juta atau selisih sekitar Rp 1,7 juta dari upah guru honorer. “Kalau berdasarkan kelayakan, kita mengacu saja pada UMK Tulungagung,” tutupnya. (mg2/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.