Semakin Dekat dengan Pembaca

UPT SMPN 3 Srengat Siap Maju Adiwiyata Tingkat Provinsi, Ajak Masyarakat Sekitar Sekolah Budayakan Kebersihan

KABUPATEN BLITAR – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Srengat tak pernah sepi prestasi, baik akademik, nonakademik, hingga olahraga. Teranyar, sekolah negeri di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, ini juga didapuk sebagai juara 1 lomba Green School dalam rangkaian peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2022 lalu

Pada Jumat lalu (6/1), suasana SMPN 3 Srengat terlihat berbeda. Memang setiap Jumat, sekolah yang selalu mengukir banyak prestasi ini selalu menggelar program Jumat Bersih. Hari itu, segenap keluarga besar salah satu SMP negeri ini mulai dari siswa, guru, menggandeng masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan sekolah dan sekitarnya.

Bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan dari sampah, melainkan juga disertai dengan penghijauan berupa penanaman pohon di lokasi yang dianggap kurang asri. Ya, kegiatan sekolah ini diwarnai dengan penanaman pohon tabebuya, yang dilanjutkan dengan peletakan sampah terpilah disaksikan komite, kepala dusun, Pj kepala desa Selokajang, juga beberapa tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar.

“Penghargaan ini menjadi amunisi tersendiri untuk terus menata lingkungan sekolah, juga untuk mempersiapkan diri maju mengikuti Adiwiyata provinsi,” ungkap Kepala UPT SMPN 3 Srengat, Daris Humaidah.

Sebagai langkah kesiapan menuju Sekolah Adiwiyata Provinsi, tutur Daris, SMPN 3 Srengat menggandeng DLH Kabupaten Blitar dalam mengadakan pelatihan biopori. Selain menjadi sarana resapan, kegiatan ini (pembuatan biopori, Red) juga berfungsi sebagai komposer. Sebab, sampah-sampah organik yang masuk lubang bisa menjadi kompos sekaligus menjadi sumber makanan mikroorganisme yang bermanfaat untuk kesuburan tanah. Selama pelatihan, para peserta diajarkan cara pembuatan lubang biopori, jarak lubang dengan memperhatikan kontur tanah, kedalaman, hingga diameter yang ideal untuk biopori.

 

KOMPAK: Kepala UPT SMPN 3 Srengat Daris Humaidah menyerahkan tempat sampah terpilah dan tabebuya kepada Pj Kepala Desa Selokajang Andy Aziz. (Foto-foto: Doni Setiawan/Radar Blitar)

 

Penataan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam penilaian Sekolah Adiwiyata. Selain komposisi peletakan tanaman, kebersihan sarana prasarana sekolah seperti kamar kecil dan kantin sekolah tak luput dari penilaian.

Sementara ini, ada beberapa hal yang musti menjadi evaluasi untuk maju menjadi Sekolah Adiwiyata. Seperti, sandal khusus untuk masuk kamar kecil dan jajanan berbungkus plastik sekali pakai di kantin sekolah.

Dia mengatakan butuh dukungan banyak pihak untuk mewujudkan Sekolah Adiwiyata. Artinya, lingkungan sekolah yang nyaman dan bersih menjadi tanggung jawab bersama. Selama ini ada beberapa program rutin yang telah dilakukan untuk mewujudkan suasana sekolah yang nyaman. Misalnya, aksi Jumat Bersih ini. “Diharapkan, bila nanti sudah berbunga, tabebuya ini akan menjadi identitas tersendiri bagi SMPN 3 Srengat. Minimal biar tidak kebablasen kalau berkunjung ke SMPN 3 Srengat,” ungkap wanita ramah ini.

Tim Bidang Peningkatan Kapasitas DLH Kabupaten Blitar Edi Siswoko mengatakan, diperlukan perbaikan ukuran tinggi bak sampah yang ada di sekolah. Itu untuk memudahkan penutupan maupun pengelolaan sampah. “Bila sampah penuh dan sudah diolah, maka harus ada tulisan kapan diolah sehingga jelas kapan akan dilakukan panen kompos, kemudian baru mengisi bak sampah berikutnya,” terangnya.

Banyak masukan disampaikan Edi Siswoko untuk kesiapan maju Adiwiyata provinsi ini. Pihaknya juga berjanji mendampingi SMPN 3 Srengat hingga sekolah ini mampu maju Adiwiyata Mandiri. “Untuk ke depannya, kami dari DLH siap mendampingi hingga maju Adiwiyata Mandiri,” ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Kecamatan Srengat yang sekaligus Pj Kepala Desa Selokajang Andy Aziz menyambut baik sinergitas sekolah dengan warga lingkungan sekitar sekolah. Utamanya dalam hal gotong royong mengelola lingkungan. “Terima kasih atas penyerahan tempat sampah terpilah, penanaman tabebuya, serta penyerahan 15 ketepeng kencana untuk tempat wisata Gunung Tumpuk. Semoga ini menjadi contoh yang lain untuk senantiasa peduli lingkungan, selalu menjaga kebersihan, serta keasrian di Desa Selokajang ini,” pungkasnya. (*/c1/ady)

 

(FOTO-FOTO: DONI SETIAWAN/RADAR BLITAR)

 

(FOTO-FOTO: DONI SETIAWAN/RADAR BLITAR)
Leave A Reply

Your email address will not be published.