Semakin Dekat dengan Pembaca

Usut Bimbingan Pranikah: Ini Kata Kemenag

Tulungagung – Guna meminimalkan rumah tangga ambyar berujung perceraian diperlukan bimbingan perkawinan pranikah bagi calon pengantin di Tulungagung. Bimbingan itu juga dilakukan untuk mewujudkan keluarga sejahtera.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung, Ahmad Balya mengatakan, bimbingan perkawinan pranikah disesuaikan berdasarkan angkatan calon pengantin setiap tahun.

Menurut dia, dalam kurun waktu satu tahun tersebut setidaknya terdapat bimbingan perkawinan pranikah sebanyak 22 angkatan pada masing-masing kantor urusan agama (KUA).

Dalam satu kali angkatan bimbingan perkawinan pranikah terdapat setidaknya 15 pasangan pengantin dan akan melakukan bimbingan sebanyak dua kali.
Dia mengaku, kegiatan bimbingan perkawinan tersebut merupakan pelatihan bagi calon pengantin untuk pembekalan dalam berumah tangga. “Jadi, dua kali pertemuan itu diberikan pembekalan, ilmu, wawasan, maupun persiapan mental mereka untuk menuju jenjang pernikahan,” paparnya.

Sebelum melakukan pernikahan, calon pengantin diharuskan mengikuti bimbingan perkawinan pranikah tersebut. Sebab, dengan mengikuti bimbingan pranikah, calon pengantin akan lebih memahami situasi serta kondisi yang dilalui setelah menikah. “Intinya calon pengantin ini harus mendapatkan bimbingan sebelum menikah. Jadwal pelaksanaan ini terkait dengan anggaran. Secara umum, calon pengantin merupakan pekerja dan untuk mengikuti bimbingan perkawinan harus meluangkan waktu,” ucapnya.

Pelaksanaan bimbingan perkawinan banyak dilakukan pada bulan-bulan musim nikah. Di Tulungagung terdapat bulan-bulan tertentu yang dipercaya masyarakat sebagai bulan baik dalam melangsungkan pernikahan. “Kalau pas bulan besar itu biasanya calon pengantin ini kan ramai, jadi bimbingannya bias banyak,” ujarnya.

Disinggung ihwal anggaran untuk melangsungkan bimbingan perkawinan pranikah, dia mengaku tidak mengetahui alokasi jumlah anggaran bimbingan tersebut. Jalur anggaran tersebut bermula dari Kemenag pusat lalu ke Kemenag kabupaten, baru didistribusikan ke masing-masing KUA. “Masing-masing KUA itu nanti ada berapa angkatan, itu sudah ada pagunya,” ungkapnya.

Evaluasi hasil dari bimbingan perkawinan pranikah, lanjut dia, tidak bisa ditinjau dalam waktu singkat. Butuh waktu cukup lama untuk mengetahui efektivitas bimbingan perkawinan tersebut. “Tidak bias dalam waktu singkat. Ya karena indikatornya itu menurunnya angka perceraian atau keluarga kurang sejahtera,” tutupnya. (mg2/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.