Semakin Dekat dengan Pembaca

Vaksinasi Dosis Lanjutan Di Trenggalek Rendah

TRENGGALEK – Kesadaran masyarakat di Bumi Menak Sopal dalam melakukan vaksinasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 memang harus ditingkatkan.

Pasalnya, saat ini rekapan daftar vaksinasi lanjutan (dosis dua dan tiga – red) masih rendah.

Itu terlihat ketika Sidokkes Polres Trenggalek menggelar vaksinasi di SMAN 1 Trenggalek kemarin (6/12).

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, kegiatan vaksinasi terhadap pelajar tersebut kebanyakan didominasi pada dosis ketiga. Itu terlihat dari total 116 orang melaksanakan vaksinasi, terbanyak pada dosis tiga dengan 112 orang.

Sedangkan dosis dua ada tiga orang, dan satu ada satu orang. Dengan demikian hal tersebut menunjukkan mereka enggan melaksanakan vaksinasi lanjutan jika tidak ada keperluan seperti persyaratan bepergian dan sebagainya.

“Covid-19 belum sepenuhnya pergi makanya kami akan terus menggerakkan vaksinasi untuk meminimalisir risiko penyebarannya terutama di kalangan pelajar,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino. 

Dia melanjutkan, penekanan angka vaksinasi Covid-19 perlu dilakukan mengingat beberapa waktu lalu di Trenggalek juga di beberapa wilayah lainnya menunjukkan angka peningkatan terkonfirmasi Covid-19 di setelah ditemukan varian baru Omicron XBB.

Sehingga pihaknya terus bersinergi guna melakukan vaksinasi kepada masyarakat, baik vaksin 1, 2 maupun booster.

Sehingga satu bulan ini terus dilakukan akselerasi vaksinasi di seluruh wilayah Trenggalek dengan membuka akses pelayanan gerai vaksin presisi maupun gebyar vaksinasi booster.

“Tidak sampai di situ, kampanye prokes juga terus kami masifkan, demikian pula koordinasi, kolaborasi dan kerja sama juga terus digalakkan agar masyarakat terhindar dari penularan Covid-19,” katanya.

Sementara itu Kasidokkes Polres Trenggalek Aipda Lukman Hadi menambahkan ketika melakukan vaksinasi diprioritaskan bagi mereka yang belum melaksanakan vaksinasi lanjutan, khususnya vaksin booster. Sebab kebanyakan setelah melakukan vaksinasi dosis pertama atau kedua, ketika mereka tidak memerlukannya untuk mengurus berbagai kelengkapan beberapa enggan melakukan vaksinasi booster.

“Itu seperti yang terjadi hari ini, rata-rata sudah vaksin kedua, jadi vaksinasi kali ini kebanyakan mereka yang belum booster,” imbuhnya. 

Sedangkan dalam setiap pelaksanaan vaksinasi telah disiapkan vaksin sebanyak 500 dosis.

Selain itu juga ada tujuh orang tenaga medis sekaligus vaksinator, dan tiga orang tenaga administrasi.

Tujuannya agar proses pelaksanaannya berjalan dengan mudah, masyarakat tidak terlalu lama mengantre dan semua bisa terlayani.

“Semoga saja dengan upaya kami ini bisa membuat masyarakat terhindar dari bahaya Covid-19, dan kondisi bisa kembali normal,” jelasnya. (jaz/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.